Tuesday, January 19, 2010

resolusi 2010 (or something like that)

awalnya saya berpikir apa sih pentingnya bikin resolusi di awal tahun? tapi kemudian saya sadar bahwa untuk mencapai keinginan, cita-cita dan harapan kita harus merencanakannya dulu. jadi tahun ini saya kembali mencoba buat target apa yang ingin saya capai di tahun 2010 ini.

walaupun saya belum bisa lihat secara jelas jadi apa saya 10-15 tahun ke depan, tapi paling tidak saya sudah punya bayangannya walaupun masih kaburr...hehehe...

so, inilah dia target pencapaian saya tahun ini:

- kembali 'mengaktifkan' multiply dengan posting beberapa tulisan (at least 4!) per bulan, walaupun sebenrnya blog di multiply 'lebih tua' dibandingkan blogger tapi kurang aktif :( namanya juga blog idealisme, jadi untuk bikin tulisannya harus sedikit ngumpulin data dan bahan dulu. dan karena setahun belakangan sibuk gak jelas jadi blog ini agak2 terbengkalai. bahan tulisannya sih cukup banyak tapi karena riset kecil2an itu tadi jadi tulisannya gak kelar2 deh. yang bikin termotivasi adalah betapa banyaknya feedback, komentar dan pertanyaan atas postingan2 saya (well, not that much!) sehingga saya merasa bahwa blog ini diperlukan banyak orang.

- apply beberapa beasiswa S2, iya pengen sekolah lagi tapi maunya S2 dan lagi nyari disaster management. PPDS? liat dokter dan masa depannya

- work in a much larger scale :D much larger scale di sini maksudnya regional atau internasional. belom pengen disebutin dulu takutnya gak kesampean soalnya sampe skrg walaupun udah masukin aplikasi tapi belum ada vacancy

- bisa jalanin bukubuatsemua, proyek onemanshow gitu deh. didirikan 2 mei 2006 dan sempat mati suri selama 3 tahun, baru mulai aktif lagi sejak november kemarin. penjelasannya lengkapnya belakangan!

- mulai ngumpulin bahan dan mulai nulis buat buku (another project), yang ini proyek idealisme juga. awalnya dari blog MP trus kepikiran untuk nulis yang lebih panjang dan lebih lengkap walopun gak bermaksud untuk dicetak segala. yang ini jelas musti banyak ngumpulin data dan bahan. kenapa mo nulis buku? pengen berbagi aj. bosen juga kalee baca textbook yang ditulis orang barat.

- mulai ngumpulin bahan dan mulai nulis makalah tentang disaster management, satu lagi proyek idealisme. yang ini harapannya bisa jadi 'pondasi' buat makalah S2 gue nantinya.

- punya modem usb, no need further explanation kayaknya.

- punya hp yang memenuhi kebutuhan gue, hmm.....iyya gitu deh. pengen punya hp yang bisa nyimpen data buanyak, bisa buka file2 pdf atau isilo. ato sekalian PDA aja ya? any suggestions?

- magang di rumah sakit daerah, yang ini jelas gue harus mengaplikasikan ilmu yang didapat waktu kuliah sekaligus cari duit. tapi karena statusnya magang jadi memang dimaksudkan untuk sementara aja.

wahh.....banyak yah! dan lebih kompleks dan rumit dibandingkan 2009.

mudah2an, seperti juga 2009, sebagian besar cita-cita di atas (if not all!) bisa terwujud. amien.

sorong, 080110

Sunday, January 17, 2010

postingan yang tertunda: the sea is a big dumpster

on the ship heading sorong from waisai, saya melihat banyak orang dengan sadar buang sampah ke laut walaupun sudah disediakan tempat sampah di beberapa tempat. that is too bad, right!

saya rasa masalahnya bukan hanya kurangnya tempat sampah tapi kesadaran masyarakat untuk buang sampah di tempat yang seharusnya yang kurang.

seeing these little kids running around on the ship saya jadi berpikir bahwa kesadaran buang sampah dan menjaga kebersihan harus diajarkan sejak kecil. sejak anak2 ini masih polos, lugu dan masih mudah menerima ajaran dan didikan. apalagi jika mereka juga diajarkan pentingnya hal ini, lama-kelamaan akan tertanam dalam kepala2 kecil mereka dan kemudian tumbuh kesadaran dalam diri mereka untuk melakukan hal baik ini. tentu saja hal ini harus diikuti dengan contoh yang benar. i mean, jika kita cuma mengajarkan tanpa memberikan contoh maka bisa saja apa yang kita ajarkan kembali mentah.

doing things like this, harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. anak2 kita sendiri. baru kemudian meluas. that's why saya bertekad untuk mengajarkan hal ini (dan hal2 penting dan baik lainnya) kepada anak saya nantinya dan berharap suatu hari nanti dia akan bertindak bijak untuk dirinya dan lingkungannya. in the mean time, karena belum punya anak, saya bertekad untuk tidak buang sampah sembarangan. demi diri saya, anak2 saya nantinya dan demi lingkungan yang lebih baik untuk kita semua.

on the ship of getsemani on route waisai-sorong, 050110

Friday, January 15, 2010

postingan yang tertunda: wrong man in the wrong place

when a wrong man is put in a wrong place and position, then wait for its doom. kurang lebih begitu hadist muhammad saw. begitulah (sepertinya) yang terjadi di banyak tempat dan posisi di negeri ini. bukan bermaksud menghina atau ngeluh yang gak berguna (saya sendiri gak suka ngeluh) tapi salah satu cara mengubah yang jelek adalah dengan menyadarkan dan mengingatkan bahwa yang jelek ya memang jelek, gak usah ditutup2i atau dibungkus dengan sesuatu yang bagus, dan bahwa yang bagus ya memang bagus, jangan disangkal apalagi diubah jadi jelek.

what i'm saying is that kalo memang sesuatu itu jelek ya lakukan sesuatu untuk memperbaikinya. apakah dengan membetulkannya (emangnya radio dibetulin :D) atau dengan menggantinya dengan yang baik.

jadi begitulah yang saya rasakan setelah jaga 16 hari di marinda. saya merasa bahwa direktur yang sekarang, despite all of her goodness, bukanlah orang yang tepat untuk jadi direktur rumah sakit. i know too early too tell karena rumah sakit sendiri belum genap satu tahun berjalan tapi cukup jelas terlihat bahwa ada kekurangan di beberapa tempat yang seharusnya bisa diatasi dengan baik, elegan dan cepat oleh ibu direktur.

tapi tidak.

ada beberapa masalah yang sepertinya ditutupi dengan beberapa not-so-significant improvements oleh sang direktur. seperti bara dalam sekam. sewaktu2 bisa kembali terbakar. dan mungkin bisa lebih besar dan lebih hebat.

saya dengan tulus berharap agar masalah2 yang selama ini tertutupi (dan ditutup2i) bisa segera diselesaikan karena peran rumah sakit lapangan sangat besar dalam pembangunan kesehatan kabupaten yang baru berumur enam tahun ini. jika tidak terselesaikan dan berlarut2, maka masyarakat sebagai beneficiaries akan kehilangan manfaat dari rumah sakit ini.

and that is what a shame loss.

sorong, 090110

Wednesday, January 13, 2010

postingan yang tertunda: so what sick are you?

seorang ibu, 65 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung yang dialami sejak tiga bulan yang lalu. tidak ada riwayat trauma sebelumnya. selain itu ibu tersebut juga mengeluh nyeri ulu hati yang disertai nyeri perut dan mual-muntah. teman sejawat saya menduga bahwa dia menderita kolelitiasis. saya sendiri menduga dia menderita 'the usual' low back pain dan dispepsia.

beberapa jam kemudian dia tetap mual dan muntah meskipun telah mendapatkan obat anti muntah. saya menyuruh perawat memberikan kembali obat anti muntah setengah dari dosis sebelumnya. muntah belum berhenti. saya menyuruh perawat memberikan obat maag dan obat penenang. dia tertidur.

tapi saya ragu. kami berdua ragu akan diagnosis kami. mual2nya terlalu hebat untuk sekedar dispepsia biasa. nyeri punggung dan perut terlalu ke bawah letaknya. dan nyeri punggung dan gejala lainnya tidak sesuai dengan nyeri hnp.

jadi kami bingung.

so what sick are you?

okeh. pertama2 untuk membantu menegakkan diagnosis kami akan melakukan anamnesis ulang besok. thoroughly. karena waktu datang si ibu was in a lot of pain jadi anamnesis yang kami dapatkan banyak berasal dari keluarganya yang (seperti biasa) merasa paling tahu apa yang dirasakan sang pasien. kedua untuk membantu menegakkan diagnosis kami akan melakukan pemeriksaan darah lengkap dan kimia darah (if possible). ketiga kami akan mengevaluasi obat yang telah kami berikan, mana yang benar2 meredakan gejala dan mana yang tidak meredakan gejala.

tiga hari kemudian nyeri punggung yang diderita sudah jauh berkurang, si ibu sudah bisa duduk dan berjalan tanpa dipapah, namun mualnya masih ada sehingga si ibu cuma bisa makan 2-3 sendok nasi sebelum rasa mual muncul lagi. pada akhir hari ketiga keluarga minta agar si ibu dipulangkan saja.

-===-

pagi hari 30 desember 2009 saat si ibu dan keluarganya keluar dari rumah sakit, still no clue of what she suffers from.

so what sick are you?

waisai, 27-301209








Saturday, January 9, 2010

postingan yang tertunda: marinda

so this is where i spend my christmas and new year holiday: rs lap marinda kab raja ampat. a more likely puskesmas plus than a hospital, tanpa bermaksud menghina. i know i might get trouble by writing (and publishing) this but, this is the truth as i know it.

jaga berdua with a colleague dari tgl 20 des smpe tgl 4 jan. thank god for her! if not i'm gonna die of bored here.

speaking of RS lap, let me enlighten you a bit about it. RS lap marinda is one of several of-its-kind hospital in indonesia. it is made of steel container. it is said to be made in germany. it is supposed to be a temporary hospital (that's why it is called rumah sakit lapangan), but the local government has asked the MoH in jakarta to leave the hospital to them.

it's commonly used in disaster-affected areas where its health facility (hospital) is damaged. be it man made disaster (war) or natural disaster (earthquake, volcano eruption). in raja ampat (and several other places in indonesia) the reason is because the district is newly established, raja ampat is an enlargement (pemekaran?!) from sorong district. so it needs a new, better, improved, equipped hospital as a health care provider to the people of the new district.

i think this rs lap is a huge clinic. the formal status is rumah sakit tipe D tp fasilitasnya lebih mirip klinik2 di bekasi ato puskesmas plus d jakarta sana. my former clinic in bekasi is even better than this.

facility: okey it has its own OR and recovery room and all the little (but important) stuffs but, does it has its own surgeon? whatabout anesthesiologist? NO! so, when is it going to be used? okey it has its own radiology department and a radiographer but, whatabout the radiologist? and how come i never see the incinerator being used? does its purpose just as a display? and after few days, i realize that this hospital lacks of many little but important stuffs such as NGT, benang silk. no curretage set! i think the list is not exhaustive!

man power: enough already! for a hospital it is obviously understaffed. it lacks of man power from doctors, nurses, midwifes, nutritionists, pharmacists to cook, cleaning service, and administration guy.

administration: my former clinic has almost all of their patients registered in the computer. this is an important part of the administration because i believe computerized system saves a great deal of time especially in the hospital setting. the medical records are quite neatly kept in shelves and it has different medical record colour for different type of patients (children, adults, patients with health insurance) while in this hospital the medical record for outpatient consist of one sheet F4-size white paper and the medical record for inpatient is bundled together in a yellow beaverboard.

medicines: as a public hospital in the one of the remote places in indonesia of course will provide generic drugs most of the time. no argue on that. but, why does it suffer from drugs shortage? where some of them are important ones? i really don't understand. i mean i has a lot of fund. and then why doesn't it have several not-generic-but-important drugs?

this may sound rude and arrogant, but if there's any fit and proper test for the position of director of the hospital, i think i would have passed it and sent the reigning director elsewhere. i would have made many improvements.

but there's no fit and proper test. so i better stop dreaming and start doing something i (can).



waisai, 20 desember 09 - 04 januari 10

Monday, December 21, 2009

kamis pagi di bandara sultan hasanuddin


Saturday, December 19, 2009

when the going gets tough.........

baru beberapa hari di sorong tapi udah denger beberapa cerita gak enak tentang TMC putaran 2, dinkes dan keadaan dokter2 di raja ampat. hampir seketika itu juga menguap keinginan buat perpanjang masa tugas dgn syarat dipindahin ke meosmansar.

masalah 'kesejahteraan' dokter di raja ampat memang sudah lama, jauh sbelum saya bertugas di sini. tapi gak tau juga kenapa banyak teman sejawat yang bertahan hingga beberapa tahun, bahkan memutuskan untuk jadi PNS di raja ampat. memang logikanya krn sedikit dokter yg mau bertugas (apalagi PNS) di raja ampat, maka pemda memberikan insentif-insentif daerah, kemudahan jadi PNS, janji akan disekolahkan-bagi dokter yang mau bertugas d kabupaten ini. tapi nyatanya....

selain itu, byk dokter yg merasa bahwa byk dana di dinas kesehatan yang menguap entah kemana. adalagi masalah gaji dan insentif daerah terlambat keluar dengan berbagai alasan. bahkan pernah ada alasan insentif daerah tidak dianggarkan dalam APBD atau dananya sudah digunakan untuk pos lain. aneh gak sih?!

adalagi masalah ketika kita (dokter2 pendatang) jadi kurang disukai oleh org2 kesehatan lokal. gak jelas penyebabnya apa. mungkin krn mereka merasa bahwa 'lahan' mereka diambil oleh para dokter pendatang ini. atau mungkin mereka iri krn dokter2 yg lebih muda usianya ini mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan mereka yang sudah lama mengabdi di raja ampat.

not to mention masalah mantri gila yang sy alami sendiri september kemarin tambah bikin males perpanjang masa tugas. selain itu juga ada perbedaan (mental kerja) yg bikin kerjaan terasa tambah berat.

as someone has said before,"such stress at work are often comes in a package as they call it --> "occupational hazard"." so i guess, these all are occupational hazards :D

pertanyaannya adalah apa itu jadi alasan untuk tetap tinggal?! because they are simply occupational hazards that i will come to face wherever i go. i don't think so.

sy rasa sy sudah sampai pada satu titik dimana sy harus terus melangkah, mengalihkan energi sy untuk membantu org2 di tempat lain. but, it's not like i'm giving up on them. i believe that my part here is done. now it's time to help people somewhere else.