Berbuat Baik Itu Tidak Sulit!

berbuat baik itu tidak sulit. beneran. saya mengalaminya beberapa hari lalu. at least, dari sudut pandang saya.

hari itu dimulai dengan bangun kesiangan (untuk kesekian kalinya. so help me god!). setelah ngumpulin nyawa, as usual, minum aer putih, cuci muka dan pipis dan kemudian duduk depan tivi cari acara gosip. sekitar jam 10an, saya mandi dan berangkat k kampus. di kampus, karna gak tau mo ngapain, akhirnya kembali tiduran di sekret sambil nonton dan baca bahan yang memang sengaja dibawa dari rumah. setelah sholat dzuhur trus ketemuan+makan siang sama konakeurs d jasper. abis itu, back 2 sekret, seorang temen yang kebetulan abis wisuda, mau mengadakan syukuran dengan cara yang agak beda. dia minta ditemani ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir, red) untuk ngasih mi instan se kardus dan susu kental manis satu dus juga. dia juga berniat ngasih 5,000Rp ke anak2 loper koran yang berjualan di jalan2. So, pertama saya temani dia ke bank untuk menukarkan uangnya dengan pecahan 5,000an, setelah itu beli amplop, and then ke alfa untuk beli mi dan susu. after that, off we go to antang. di sana, kita putuskan untuk mendonasikan mi dan susu ke suatu TPA (yang ini singkatannya Taman Pendidikan Al'Quran) yang kebetulan kita lewati. di sana, kita ketemu pengasuhnya and had a chat a little while. dari penjelasannya, sy baru tau (temen saya juga) klo di rumah kecil itu bukan cuma diadakan TPA, tapi juga pendidikan luar sekolah kayak kejar paket B. malah pengasuhnya yang kuliah di UNM dan ngambil jurusan PLS itu juga merupakan lulusan kejar paket C (eh, ato kejar paket B, ya?!). selain itu, dia juga ngajarin orang2 tua disitu yang gak bisa baca-tulis. nama kegiatannya....saya lupa. pokoknya pendidikan luar sekolah itu ada 5: kejar paket a, b, c, pendidikan anak dini usia (biasa disingkat PADU), sama program baca-tulis untuk orang tua itu.
anyway, sebagai 'orang lokal' TPA, pengasuh itu dibayar gak seberapa, tapi dia gigih banget ngedidik anak2 di situ, biar masa depan mereka gak kayak orang tuanya. mulung. it's not a bad thing though, compare to stealing. halal juga. tapi kalo mereka bisa jadi lebih baik dari orang tuanya, knp gak dibantu, ato paling gak difasilitasi biar jalan mereka bisa lebih mudah. and that's what she's been doing all these years. helping children around her to get out of TPA! dan dia sama sekali gak merasa berat untuk melakukan itu semua. simply because she wants these kids to have a brighter-better future. there's a whole wide world outside TPA, and she believes there's place for these kids out there.

jam 5 lewat kita pamit dan menuju 'program' berikutnya.
kita memulainya dengan 2 anak loper koran d depan hertasning + 1 org cacat yang mangkal deket situ juga. dari 30 amplop yang disiapkan, 12 amplop dengan sukses dibagikan. yang kebagian mulai dari loper koran, org cacat, pemulung sampe tukang sapu jalanan. semuanya org2 yang tiap hari kita liat dan lewati dan seringkali kita acuhkan.

hari itu, temen saya ngajarin satu hal. berbuat baik itu gak sulit kok. at all. yang kita butuhkan cuma kemauan. niat tulus untuk memberi dan berbagi apapun yang kita punya. dimanapun. kapanpun. mulai dari sekedar senyum sampe uang miliaran rupiah. haha, tiba2 terlintas di pikiran saya tag words untuk tulisan ini: berbuat baik, tidak sulit, kemauan, niat tulus, apapun yang kita punya. langsung nyambung, kan?! god, saya masih bisa membayangkan wajah ibu pemulung yang agak terkejut dan tersenyum waktu menerima amplop yang sy berikan. ibu pemulung itu menerima kebaikan, dan dia membalas kebaikan itu dengan senyuman. senyuman yang bawa kepuasan tersendiri, sampai-sampai sy pengen liat senyum itu lagi. dan lagi. dan lagi.
terima kasih teman, untuk pelajarannya hari ini.

Comments

Popular Posts