Sungkemku Lebaran Ini

SUNGKEMKU LEBARAN INI
*(Sadrah Rianto, menjelang Idul Fitri 2006)*


Sungkemku lebaran ini
Adalah sungkem kepada mereka yang harus lapar lebih lama
bukan karena puasa, tapi karena teramat miskin
hingga tak sepotong tahu gorengpun mampu dibelinya

Adalah sungkem kepada mereka yang terbangun dini hari
bukan untuk sahur, tapi untuk melihat
apakah anak-anaknya masih ada disisinya,
di kolong jembatan yang tiap hari kulalui.

Adalah sungkem kepada mereka yang terkapar sakit
sebab tak satu butir obatpun mampu dibelinya.

Sungkemku lebaran ini
Adalah sungkem kepada gadis-gadis belia
yang harus membuka baju dan menjual tubuh
pada yang pantas menjadi ayah mereka.
Adalah sungkem kepada pekerja kanak-kanak
yang harus melupakan mobil-mobilan
sebab tangan mereka harus menadah, meminta-minta
sesuai perintah orang-orang yang harusnya menjadi orangtua mereka.

Sungkemku lebaran ini
Adalah sungkem kepada perempuan-perempuan
yang kuat-kuat menggigit bibir,
menahan kata, menyimpan sakit
atas layangan tangan laki-laki yang semestinya jadi pelindung mereka.

Adalah sungkem kepada orang-orang tua kesepian
yang cuma bisa diam menunggu anak-anak
yang tak pernah datang mencium tangan mereka.

Sungkemku lebaran ini, Tuhan.
Adalah sungkem memohon ampun.
Ampun Tuhanku.
Ampuni aku yang asyik dengan diriku sendiri.


*(Sadrah Rianto, menjelang Idul Fitri 2006)*
PS. saya dapet dari tahun lalu, tapi gak pernah berenti bikin saya menitikkan air mata dan malu sendiri sama keberuntungan yg sy punya sementara di luar sana masih banyak org yg menderita. lahir batin.

Comments

Popular Posts