sang kakak


stelah dua hari ini mendapat 'hadiah' dari sang bos, malam ini sy dapet tamparan. well, we all got.

tamparan ini kita dapatkan dari seorang 'kakak' krn kita semwa tidak berkelakuan sebagaimana mestinya. seperti seharusnya 'anggota kluarga' sejati. seperti yg telah diajarkan kpd kami.

tamparan ini terasa begitu keras karena sang kakak juga memutuskan untuk tidak menginjakkan kakinya di 'rumah' lagi. not until we all behave as we should. as we are supposed to.


sy gak bgtu sadar apa yg telah terjadi sm kami selama ini. apa sy buta. ato mungkin sy menutup mata, ato berpura-pura tidak melihat ato melihat ke arah lain.

sy tidak tau. yg pasti saya salah. kami semwa salah. krn tidak berpikir, berkata, dan berlaku sebagaimana seharusnya. bertindak seperti yg telah dicontohkan dan diajarkan kakak2 kami. dan sbg kakak ke-5 yg sering berada d rumah seharusnya sy bisa memberikan contoh kpd adik2. bisa mendidik mereka ketika sang kakak sibuk dan berada jauh dari rumah.

sayasalah. sayasalah. sayasalah.

dan yg lebih menjengkelkan lagi adalah bahwa ini adalah kesalahan yg tidak perlu terjadi seandainya sy lebih peduli lagi kpd adik2. lebih sering menghabiskan waktu bersama mreka untuk hal2 yg berguna dan bukan cuma hura2.

suddenly, i remember one thing that happend a couple of years back. sy ingat sang kakak memeluk sy dgn badannya yg besar waktu sy menangis tak karuan stelah kami akhirnya mempunyai adik baru. pelukannya erat, kuat dan hangat. mampu meredakan tangisan sy.

dan skrg akhirnya sy mengerti mengapa sang kakak sangat kecewa (dia sudah smpai pada tahap dmn dia tidak bisa lagi marah). dia begitu kecewa mengapa adik2 yg dia didik melupakan ap yg dia ajarkan. melupakan identitas kluarga yg dijaga dgn sangat hati2 oleh sang kakak.

mungkin benar bahwa slama ini kami terlena dgn kebesaran nama kluarga kami sehingga kami lupa menjunjung tinggi dan menjaga arti sebenarnya nama kluarga tersebut. mungkin benar bahwa kami perlu cermin mahabesar agar kami bisa melihat diri kami sejelas mungkin. mungkin benar bahwa diperlukan kerja keras dari kita semwa agar kami tidak sekedar besar d luar namun kosong d dalam. mungkin benar bahwa sebesar apapun nama kluarga kami, kami harus tetap rendah hati seperti yg pernah dikatakan Kipling dalam 'If'


if you can talk with crowds and keep your virtue,
or walk with kings - nor lose the common touch;
if neither foes nor loving friends can hurt you;
if all men can count with you, but none too much;
if you can fill the unforgiving minute
with sixty seconds' worth of distance run -
yours is the earth and eveything that's in it,
and - which is more - you'll be a man my son!

Comments

Popular Posts