the thomas-uber cup thing


gara2 siklus dua tahunan thomas-uber cup, indonesia (dan kita smua) kembali demam bulu tangkis. di rumah2, d kantor2, d rumah sakit, kampus, warung makan, pinggir jalan sampe hotel dan mall dipenuhi cerita, analisa, nostalgia tentang bulu tangkis. baik yang sedang terjadi, yang pernah terjadi dan yang diharapkan terjadi.

sebenarnya menurut saya kata 'demam' kurang cocok, tapi sy sendiri gak bisa menemukan kata yang tepat selain kata itu. lebih kepada fanatisme mungkin.

bagus juga sih, paling gak masih keliatan klo org indonesia itu masih nasionalis. masih cinta negeri ini, so they say. buktinya istora penuhhh sesak. mulai dari anak muda, bapak2-ibu2, ABG, artis sampe orang2 terkenal gak mau kalah kasi semangat buat tim thomas-uber. lapangan di kampung2, pinggir jalan, bahkan secuil tanah di pinggir kali jadi rame lagi krn org2 mulai lagi maen bulutangkis.

it's a good thing i guess.
it brought back the memories when the country was on top of the world (tentu saja dalam dunia bulu tangkis!). tapi apa smua itu cukup. mksudnya, apakah hal2 yg diperlihatkan bangsa ini ketika siklus dua tahunan ini datang, cukup untuk membuktikan nasionalisme mereka? eh kita?!

ya enggak lah. kalo gitu doang mah, org paling kafir pun bisa! cuma dateng, nonton trus pulang. seharusnya nasionalisme itu ada tiap saat. tiap dibutuhkan. gak perlu nunggu siklus dua tahunan, ato tiga tahunan ato empat tahunan ato peristiwa tertentu buat membangkitkannya.

nasionalisme itu bisa dalam bentuk: BAYAR PAJAK! (gak perlu dijelasin lagi lah!). make barang2 made in indonesia tentu saja dengan kritis, klo barangnya bagus ya dipake dong! klo jelek protes dong! kasi masukan bgmn bikin barang2 yg lebih baik mutunya. be punctual! punctuality itu katanya merupakan budaya-nya org barat, dan itu salah satu hal yg KONON bikin negara2 barat bisa maju kyk skrg. by being punctual, we can increase productivity thus reduce wasting money, time and resources. obey the law on the street! klo smua org mematuhi rambu2 lalu lintas, kyknya masalah kunci-gembok-derek dan unnecessary accidents gak perlu ada deh. and then, of course there's this cultural issue. masalah batik, wayang, reog dan produk budaya lainnya gak perlu terjadi klo KITA, BANGSA INDONESIA, dari awal menjaganya, melestarikan, dan menurunkannya ke anak cucu biar gak punah dan tentu saja, mematenkannya! *big grin* sy inget waktu SD dulu, kita biasa disuruh pake baju daerah tiap hari Kartini ato pas karnaval 17 Agustus-an. maksudnya ya INI! buat melestarikannya. biar org laen tahu klo ada daerah d indonesia yg namanya [insert random remote and less-known place in indonesia] ato nyanyi lagu2 daerah pada event2 yg sama (Kartini ato 17 Agustus-an) biar SMUA org tahu klo lagu [insert random folk song title] itu dari daerah [insert random region in indonesia]. satu lagi yang mnurut sy perlu adalah RESPECT FELLOW CITIZEN. caranya?! ya bayar pajak, be punctual, refuse to buy pirated [insert copyrighted materials], obey the law on the street dan satu lagi: GAK KORUPSI! enuff kyknya indonesia jadi salah satu negara ter-korup di dunia. dgn berlaku jujur dan gak korupsi sbnernya merupakan bentuk nasionalisme juga karena dengan begitu rejeki org laen gak kepotong, klo rejeki org gak kepotong bakalan lebih sedikit org miskin di negara kita ini.

sebenarnya nasionalisme itu apa sih?! sy juga gak ngerti2 banget sih. mnurut sy nasionalisme itu merupakan perasaan yang mencakup kebanggaan, penghargaan dan penghormatan pada bangsa dan negaranya. nah, klo kita bangga akan bangsa kita. klo kita benar2 menghargai dan menghormati bangsa dan negara kita kyknya hal2 di atas gak susah buat dijalankan deh.

aw well, it's just a thought.

Comments

  1. nice post...

    lunasi pajaknya, awasi penggunaannya!!!!!

    -piss
    :Dmtodvf

    ReplyDelete
  2. 2rerere: hehehe, you got that one right!

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts