to exhume or not to exhume

ekshumasi atau penggalian jenazah merupakan hal yang tidak asing di indonesia. cukup banyak dijumpai meskipun tidak bisa juga dibilang banyak atau sering. penggalian jenazah biasanya dilakukan untuk kepentingan pengadilan. untuk mencari penyebab kematian. memutuskan seseorang bersalah atau tidak bersalah.

jadi kalau begitu kenapa tidak dilakukan otopsi sebelum jenazah dikubur?

inilah kenapa ekshumasi cukup banyak terjadi di indonesia.

you see, bangsa indonesia yang mayoritas beragama islam memegang keyakinan, prinsip, kepercayaan ato apalah namanya bahwa jenazah harus dikuburkan dengan baik. decent. that is UTUH. tentu saja bukan cuma islam yang menganggap tinggi sesosok jenazah, agama lain seperti kristen menganggap jenazah seseorang harus dikuburkan secara utuh. tidak boleh di-apa-apa-kan. karena jika di-apa-apakan maka si orang mati mungkin tidak tenang di alam sana. dan mungkin, mungkin akan menghantui pihak yang ditinggalkan untuk minta pertanggungjawaban. indonesia juga terdiri dari berbagai suku bangsa dari sabang sampai merauke yang consider highly of a corpse. suku-suku bangsa ini memiliki budaya bahwa jenazah itu merupakan bagian dari seseorang yang harus diperlakukan dengan baik dan harus dihormati. suku seperti toraja baru menguburkan anggota keluarganya bahkan hingga 2 tahun setelah mereka meninggal, menempatkan jenazah di salah satu bagian rumah dan baru menguburkannya setelah memiliki biaya. dan yang saya maksud biaya di sini artinya RATUSAN JUTA. not an ordinary funeral, huh. ada kebudayaan lain yang menguburkan jenazah bersama perhiasan, alat-alat rumah tangga dengan pemikiran bahwa kali aja si orang mati akan memerlukannya di alam sana. ada lagi yang mengawetkan jenazah dengan ramuan tertentu sehingga jadinya seperti mumi. mumi a la indonesia tentunya.

and this leads us back to the question on top.

seperti yang pernah bilang di sini indikasi otopsi adalah kematian yang tidak wajar. meskipun begitu, karena alasan2 di atas pihak keluarga tidak mengizinkan penyidik melaksanakan otopsi. selain itu masih ada anggapan bahwa an autopsy will disgrace the corpse. meskipun sebenarnya menurut undang2 keluarga tidak bisa menolak, tapi ini indonesia! where everything can happen! karena itu cukup banyak kejadian (meskipun tidak bisa dibilang sering!) dimana jenazah dikuburkan oleh pihak keluarga tanpa melalui otopsi meskipun mereka tahu bahwa anggota keluarganya died from unnatural causes.

and then time goes by. days change to weeks to months. sampai akhirnya pihak keluarga sadar bahwa tanpa otopsi sulit untuk menentukan penyebab kematian yang pada akhirnya sulit untuk menentukan siapa yang bersalah. pada saat itulah ekshumasi dilaksanakan.

kadang masih dalam hitungan hari, sehingga jenazah yang masih basah sedang membusuk yang mengeluarkan aroma yang very very unpleasant. stink to be exact! namun masih mungkin ditemukan penyebab kematian karena organ belum membubur.

kadang dalam hitungan minggu. jenazah sudah mulai mengering. bau busuk (sedikit) berkurang. namun karena organ telah membubur bahkan mungkin mengering sehingga sulit bahkan kadang tidak bisa disimpulkan penyebab kematian. so, it's a waste. so much for the respecting the death!

in the end, it's only flesh and bones. of course we have to take a great deal of care, but it shouldn't hamper us in finding the truth. the cause of death. and finally, help the person to rest in peace at last.

exhumation is not a disgrace to the deceased and the family. it's a way to help the deceased to rest in peace and regain its honor.

all in all, jadi mikir bahwa KITA semua bakal se-bau itu if we're dead for 6 days.

LAST: tadi ada org lebay di kuburan. jadi, setelah the worst part was over. jenazah mulai ditutup dan dijahit. datanglah seorang bapak, keluar dari ambulance PSC (don't understand what the ambulance is doing on the first place) dengan memakai masker re-breathing sodara2!!! betapa lebay-nya! lebay kuadrat: bukan cuma karena jenazahnya sudah ditutup tapi juga karena it's a re-breathing mask!

Comments

Popular Posts