(almost!) to the top and back

setelah 3 hari, capek mulai berkurang, betis mulai gak terasa terlalu sakit klo jalan tapi teteup klo tidur pasti langsung TEPAR!!!

penyebabnya: siaga 17 agustus itu yang d puncak gunung bawakaraeng itu!
iya bener! d puncak gunung! GOD knows why those people chose to celebrate the independence day at the top of a mountain rather than on some field or school yard.

anyway, jadi ceritanya kita berenam brkt jumat siang ke terminal sungguminasa, gowa dianter sm seorang sodara dengan kijang innova-nya. after that, got into a pete-pete sampe Kampungberu dan berjalan ke dalam dusun Lembanna, di kaki gunung yang disebut di atas tadi.setelah nonton Pemilihan Putri Indonesia 2008 sampe slesai (hidup DKI 6!!!!!!), kurang lebih jam 1/2 2 malam, kita berangkat melawan dinginnya udara Lembanna dan angin kencangnya.
and off we went.


stelah bbrp kali hampir salah jalan, batere senter meredup, mata bertambah berat setiap menitnya, tangan kaku dan hampir mati rasa saking dinginnya, jam 5an pagi kita sampe d pos lima. tanpa banyak cingcong dirikan tenda, dan langsung tidur dengan nyenyaknya. untuuungg banget alasnya rumput kering yang lumayan tebel, jadi agak2 empuk lah. terbangun stelah matahari tinggi, gak jelas jam brp, pokoknya udah mulai panas. anyway, satu persatu kita mulai bangun, nyari air buat diminum dan buat dimasak dan stelah makan pagi-kesiangan, and then we're off!



jalan bertambah terjal, udara tambah dingin, matahari tambah gak keliatan, dan stelah melewati etape terberat di pos 7-8 dan etape pendek tapi nanjak-nya gak kira2 di pos 8-9, kita sampe d pos 9 diiringi hujan yang bertambah deras dan kabut yg bertambah tebal.

begitu tenda berdiri dengan miringnya (karena emang di bidang yg gak terlalu datar!) walopun bbrp hal blum bener2 slesai barang2 langsung d lempar k dlm berikut pemiliknya buat menghangatkan diri sejenak dari hujan dan angin. sy masih sempat kluar sebentar d tengah hujan lebat dan angin kencang buat ambil air sama Damma'. stelah itu: masak2, minum minuman hangat, ngobrol ngalor ngidul about the way up, dan beres2 'tempat tidur'.

we never really really fell asleep.
sbentar2 bangun. sbentar2 balik kiri-balik kanan. malam itu jauh lebih dingin dan jauh lebih gak nyaman dibandingkan malam sbelumnya. we tried to sleep it over. tapi gak bisa. susah banget. hujan gak brenti2, dan perlahan air masuk ke dalam tenda melalui pelempar yang nempel k dinding tenda. air juga masuk dari kaki kita. ketika akhirnya kita semua sadar penuh, air sudah membasahi bbrp sleeping bag, air sudah mulai menggenang d kaki, air juga menetes dari atas, dari pelempar yg menempel ke tenda. we then, re-arranged our sleeping position. pokoknya jadi tambah sempit lah. tambah gak nyaman karena gak leluasa bergerak, and of course basah dan dingin.


ketika akhirnya bayangan pohon sudah jelas keliatan dari dalam tenda, kita mulai menggeliat, mikir bgmn caranya staying alive, sementara itu hujan sudah mereda tapi sedikiiiiiit skali. gak beda jauh sm hujan malemnya. akhirnya kita memutuskan to make ourselves warm first. caranya: makan! (dan juga minum lah!) dan untuk makan kita butuh air. jadi diutuslah prajurit2 buat ngambil air d mata air. abis itu masak dan makan besar (untuk ukuran gunung!) stelah kenyang dan memastikan bahwa we were one of the last teams to descend, kita packing. knp bgitu? because we were supposed to back these hikers up! make sure they're alright. mnurut pendaki yg turun pagi itu dan mlewati tenda kami, ternyata ada badai d pos 10. banyak yg kehujanan dan kedinginan. dan karena badai tdk memperlihatkan tanda2 mereda akhirnya upacara bendera tidak dilaksanakan. sebagian besar pendaki langsung turun paginya.


it was freaking cold! sementara tenda dilipat kita lompat2 dengan daypack d punggung biar tetap hangat.


and we descended. pelan2. pos 9 ke pos 8 gak terlalu jauh, tapi jalurnya curam jadi musti hati2. ketemu korban pertama d pos 8. d tenda SAR. namanya Ruben. 25 tahun. kayaknya sprain muscle atau soft tissue swelling lah. setelah dikasi analgetic balm dan anti inflamasi, kita lanjut, leaving him with SAR team.

selanjutnya perjalanan agak melambat karena jalur dari pos 8 ke pos 7 yg jelekkk banget. dan 50 meter dari pos 7 kita ktmu korban kedua. Roy. 25 tahun. dengan gejala hipotermi yg herannya kok memburuk dengan cepat ya?! hujan terus turun. seorang pendaki bopong Roy ke tempat yang lebih luas. dsitu langsung ngegelar ponco dan sleeping bag buat menghangatkan sang korban. dia duduk ngelonjor bersandar d badan sy dgn daypack masih menempel d punggung. sy brusaha menghangatkan si korban dgn menggosok2 badannya dgn minyak kayu putih, keeping him dry and warm lah. sy jg suruh anak2 yg lain bikin minuman hangat buat dia dan bikin dia tetep sadar. anyway, ternyata jatuh korban satu lagi. dia di pos 7. perempuan namanya ibu ati. dibawa dalam keadaan hipotermi dan kesadaran menurun. smentara anak SAR mencoba menghangatkan dengan mendekatkannya ke api, yg lain tetep melakukan yg hal ini: menghangatkan diri kami sendiri. skali lagi: it was freaking cold! gak lama bergabung Ruben sama SAR dari pos 8.



karena kondisi korban yg gak memungkinkan, we decided to spend a night there. padahal smua SB basah! padahal gakada sumber air! padahal kita udah kepayahan padahal kita kedinginan :( anyway, air yg tersisa sudah dicampur nutrisari, so malam itu kita makan mie sedap rasa jeruk krn bumbu mie-nya gak terasa. yg terasa rasa manis dari nutrisari itu. kita juga goreng nugget dan kerupuk :) the only thing that cheered the night. malam itu kita tidur sama anak2 SAR. total jendral yg tidur dalem tenda ada 11 org, smntara Bonti, the only girl in the team, tidur sama cewek2 SAR di tenda lain. satu lagi tenda SAR dipake buat korban. mereka desek2an dsana. baguslah biar anget.

paginya, dgn menadah air hujan, cewek2 masak makan pagi yaitu omelet mie. slain itu kita juga makan mie kering. dan minum teh dan kopi lagi2 dgn air hujan yg ditadah. anyway, sy minta anak2 untuk follow up status vital para korban. dan alhamdulillah, mereka jauh lebih baik dari semalam. siap untuk lanjut. we found out also klo si ibu Ati bajunya basah dan gakada baju kering. takut klo dia bakal jatuh ke hipotermi lagi, sy cari baju kering di anggota cewek. gakada. semuanya basah. gakada yg kering. akhirnya sy putuskan buat kasih kaus kering sy satu2nya (yg kering di badan juga!) yg sy pake buat si ibu. sy masih punya sweater putih sm jaket tipis warna ijo yg bisa ditembus ujan :(


off we go. lupa jam brp. yg pasti para korban jalan duluan bersama bbrp org penduduk asli yg emang dikirim dari bawah buat bantu kami. gak lama kita ktmu mreka d pos 6. dan kemudian berjalan sama2 k pos 5. tidak lupa tentunya FOTO2!!!! :) bad days are gone, here comes good day! prasaan kita udah enakan karena cuaca cukup cerah, and of course because we were heading home! malah d bbrp pos sempet ngebut. pos 5-pos 1 kita tempuh 3 jam! dari pos 1 kita lari turun dan sampe di Lembanna dalam 30 menit.



stelah makan siang bareng SAR, kita pulang bareng mreka naek truk dan sampe d kampus jam 10an malam. safe and sound. and tired.



anyway, ibu itu mungkin gak bakalan pernah tau kaos siapa yang sebenarnya dia pake, tapi tetep aja the thought that my very own shirt yg dikasi achep waktu dia dr jkt helped her warm and dry, really made me feel good. feel wonderful. that the trip was useful. that i did something good.

looking back now at the whole experience: it was an exciting and adventurous trip. i somehow enjoyed it. i'm glad i went.

wah, ternyata ceritanya panjang juga ya!

Comments

Popular Posts