puyer over

stelah ribut2 dan gonjang-ganjing masalah puyer berlalu, sekarang saya bisa menulis resep puyer dengan tenang. gak ada lagi ibu2 yang minta anaknya untuk tidak dikasi puyer. it was just a temporer freakout. sama kyk masalah bakso berformalin, ayam tiren, daging gelonggongan, susu bermelanin, kolor ijo, lumpur lapindo, alda rizma, ryan jombang, marcella zalianty case, barack obama, jalur gaza and so on.

ato apa org indonesia begitu? hot-hot chicken shit (panas2 tai ayam) gitu. begitu ada isu hangat atau kontroversi mengenai suatu hal pasti bakal meledak semeledak-meledaknya. semua koran, semua tivi, radio sampe internet membahas isu tersebut. tapi 1-2 minggu kemudian langsung reda. bahkan hilang dari pemberitaan, pembicaraan di pasar, di bis kota, di kantor, kampus, gang-gang sempit. seolah isu tersebut menguap entah kemana. gak jelas apa isu tersebut telah mencapai suatu solusi atau memang orang2 sudah bosan membahasnya and then they just go on with their lives. dari segi news-making, mungkin isu tersebut itu sudah basi sehingga media males memberitakannya lagi. enough.

anyway, saya gak akan ngomong mengenai puyer di sini. saya pikir para pasien (bukan konsumen medis!) jgn takut untuk bertanya lebih banyak kepada dokternya mengenai penyakit yang diderita dan prognosisnya. mengenai sediaan obat yg diberikan berikut efeknya. it's time bagi pasien untuk lebih aware terhadap kesehatan serta obat2an yg masuk ke dalam tubuhnya.

Comments

Popular Posts