how we love ceremonies

courtesy of atisa.sch.id
we indonesians love ceremonies. mulai dari SD smpe SMU kita upacara tiap hari senin. mulai dari kantor camat smpe kantor gubernur ada apel tiap senin pagi, begitu jg d instansi2 pemerintah lain dari tingkat daerah hingga pusat.

dan jgn lupa upacara peringatan detik2 proklamasi tiap tgl 17 agustus. i don't think i see this kinda tradition in other countries. gak tau bgmn d jaman soekarno tp sepertinya tradisi ini dimulai sejak jaman soeharto. he was a soldier. jadi cara yg dia tau untuk memperingati atau memberi penghormatan pada seseorang atau sesuatu adalah dengan upacara.

liat aj upacara peringatan detik2 proklamasi. begitu kompleks, rumit and oddly amazing. barangkali tidak ada negara lain d dunia yang upacara peringatan kemerdekaannya disiapkan sejak setahun sebelumnya, setelah upacara tahun sebelumnya dilaksanakan. or so i thought!

so it's a clear sign betapa besar penghormatan dan penghargaan bangsa indonesia kepada proklamator, pejuang kemerdekaan dan org2 yg telah berjasa bagi negara.

tp sy yakin klo kita semua setuju bhwa upacara sj tidak cukup. penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan perlu dibuktikan dengan sesuatu yg nyata. bisa berupa peningkatan kesejahteraan org2 tsb bisa berupa upaya2 yg dilakukan untuk tidak menyia2kan perjuangan mereka dengan menjaga keutuhan negara dan bangsa, membangun bangsa physically and mentally dengan adil dan bijak, serta berusaha menjadi yg terbaik yg bisa kita lakukan.

selain itu, i think, upacara merupakan satu cara menumbuhkan kedisiplinan. seragam lengkap, datang tepat waktu, mengikuti aba2 pemimpin upacara adalah metodenya. apalagi klo jadi perangkat upacara: pembawa bendera, pembaca naskah pancasila dan pembukaan UUD 45, pembawa acara, paduan suara. pantang datang terlambat dan berseragam tidak lengkap.

hmm...jadi ingat hari2 itu. those sepia days where life was much more simple and peaceful. hari2 dimana sy lagi lucu2nya....halah...biasanya murid kelas 5-6 SD yg menjadi perangkat upacara. waktu sd sy sering kebagian jadi pembaca pembukaan UUD 45 mungkin krn suara yg cukup membahana dan menggetarkan he3....pernah jg jadi pembawa acara yg upacaranya berakhir tragis (buat saya!) karena sy pingsan sodara-sodara! yep. right in front of all the teachers, all friends and foes. karena sekolah sy satu kompleks dengan 2 SD lainnya sehingga upacara bendera 3 sekolah itu digabung, jadilah sy malu semalu-malunya. but, it didn't stop the teacher from appointing me as the MC a couple of weeks later. dan gak tau jg kenapa sy gak nolak. the same thing happened again. klo gak salah smpe 3 kali deh. pembelaan sy: pembawa acara kan berdiri menghadap timur, jadilah kepanasan kena matahari pagi dan akhirnya sy pingsan dgn sukses. akhirnya sy dikembalikan ke 'pos' sy semula: pembaca pembukaan UUD 45 yg tempatnya lebih teduh. and so the order is restored :D

menurut sy upacara bendera masih perlu dilaksanakan. masih relevan. walaupun pelanggaran masih ada di sana-sini but it's worth the effort lah. gak mungkin kan seseorang bisa langsung disiplin dgn mengikuti upacara 1-2 kali.

hidup upacara bendera!

Comments

Popular Posts