the reality

i was just coming out of the closet when it occured to me betapa rendahnya kualitas (dan kuantitas!) pelayanan kesehatan d papua barat, in this case raja ampat. the way i see it, ada dua alasan besar mengapa pelayanan kesehatan di raja ampat begitu rendah: 1. kurangnya jumlah petugas kesehatan, 2. petugas yang ada tidak berada di tempat tugas.

bgmn puskesmas bisa berjalan optimal jika jumlah petugasnya kurang? padahal seharusnya di sebuah puskesmas terdapat lebih dari 6 petugas kesehatan. minimal terdapat 1 dokter, 1 perawat, 1 bidan, 1 petugas gizi, 1 laboran, 1 petugas kesehatan lingkungan. petugas2 ini dapat merangkap sbg pengelola puskesmas (kepala puskesmas dsb). tp kenyataannya tdapat bbrp puskesmas yang tidak memiliki dokter. puskesmas t4 sy bertugas sudah lebih dari 1 thn tidak ada dokter. d bbrp puskesmas jg begitu: hanya terdapat perawat dan bidan sehingga pelayanan yg dpt diberikan terbatas. hal ini jauh berbeda dgn puskesmas2 d pulau jawa yg sudah sejak lama aktif berjalan dmn pelayanan yg diberikan dpt lebih lanjut.

selain kurangnya jumlah petugas, petugas yang ada kadang tidak ada d tempat tugas. hal ini, sekali lagi, bukan merupakan masalah besar di puskesmas yang memiliki banyak petugas. namun d raja ampat, sebagian petugas HARUS meninggalkan tempat tugas untuk: 1. ambil gaji, 2. berbelanja keperluan sehari2 d sorong. waktu yang diperlukan berkisar 1 minggu hingga 1 bulan. 3. selain itu byk petugas yang menyekolahkan anak2 mereka d sorong sehingga waktu yang mereka perlukan dpt lebih lama lagi. selain keHARUSan di atas, terdapat alasan lain mengapa petugas kesehatan meninggalkan tempat tugas mereka: malas dan acuh untuk melaksanakan tugas mereka.

selain dua hal besar di atas tentu saja masih ada alasan2 lain seperti ketersediaan obat, vaksin, sarana dan prasarana lainnya yang menunjang pelayanan kesehatan, breakthrough programmes untuk mengatasi hambatan yg ada d daerah tsb (raja ampat, dalam hal ini, daerah kepulauan), dan money...money...money....program tidak bisa dijalankan jika tidak ada dana dan jika dana yang ada diselewengkan!

nah ini yg menjadi gap besar antara pelayanan kesehatan d raja ampat dgn sebagian besar daerah d pulau jawa. alasan mengapa betapa tingginya angka kematian ibu dan bayi dan tingginya jumlah masalah kesehatan lainnya.

so what do we do now?
for me, sbg dokter PTT, i always say that this is my time to give back to the people. and so i'm doing the best that i can as a dokter PTT. this is my time. for all of us: kyknya udah bukan zamannya lagi cuek sm sekitar. perubahan iklim sedang terjadi dan efeknya sangat luas termasuk pada kesehatan. so, yang dpt kita semua lakukan adalah peduli bhw segala hal yang kita lakukan dpt berdampak pada perubahan iklim yg akhirnya bisa mempengaruhi kesehatan. selain itu, tingginya mobilitas penduduk memudahkan penyebaran penyakit infeksi tertentu sehingga memungkinkan terjadinya pandemi di masa yang akan datang. d masa yg akan datang (sebenernya jg sejak skrg) personal hygiene diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi tersebut. artinya hidup bersih itu penting!

hal lain yang kyknya belum akan hilang dari dunia ini adalah kelaparan yang dapat menyebabkan kekurangan gizi, akhirnya bisa mengakibatkan gangguan pertumbuhan tubuh dan otak dan pada keadaan ekstrim menyebabkan kematian. so, makanlah secukupnya, jgn berlebihan dan jgn membuang2 makanan. masih byk org kelaparan d luar sana.

aduh...kok jadi berat gini ya?! ya udah segini dulu deh.

sorong, 140809.

Comments

Popular Posts