1 Oktober 2009

1 oktober 2009. hari pertama dari 6 bulan kedua pengabdian di raja ampat. ada gempa dan tsunami di padang, sumatra barat. other things happen in the world. and life also goes on here in rutum.

hari kedua dan terakhir kegiatan di rutum. gak seribut dan seheboh putaran pertama tp yg jelas terasa ada ketegangan di udara. mulut2 lebih tertutup, mata lebih awas, raut muka tampak lebih kaku.

penyebabnya apalagi klo bukan uang. dsini sy benar2 bs liat betapa uang memang merupakan iblis yg sangat kuat (bahasanya pak mantri!). sangat menggoda. menggiurkan. bisa bikin hubungan kerja, persahabatan hingga hubungan keluarga retak.

other thing that i observe sejak minggu pertama TMC adalah betapa beda mental kerja org2 ini dgn saya. betapa bbrp dari mereka begitu dipengaruhi uang sehingga apapun yg mereka lakukan atas dasar uang. selain itu, i'm JK! gakada hubungannya sm kampanye. tapi gue org yg berorientasi kerja sama kayak JK. karena itu juga gue punya prinsip lebih cepat lebih baik. tentu dgn hasil yg baik juga. that's why jam kerja gue gak berakhir begitu pasien pengobatan habis. gue masih urus laporan, cek bahan2 kontak yg mo dibagikan, urus ini-itu. pokoknya byk lah. dan ini bukan krn gue ketua tim. i'm sure ada hal lain yg bisa mereka lakukan stelah pasien habis. but, no! stelah pasien habis, they call it a day. sedangkan mereka kerja ya gitu2 aja. gak ada target atau sasaran.

gak ngerti deh knp bisa begini. padahal klo mereka kerja lebih giat lagi, lebih kreatif lagi, akan ada byk hal yg bisa mereka lakukan buat masyarakat. mereka bisa lebih berguna. bisa lebih bermanfaat. salah satu staf sendiri yg bilang ke gue bhwa sebelum gue dateng puskesmas buka jam 9, duduk2 tunggu pasien, kadang maen kartu, klo pasien gakada jam 11 mereka tutup puskesmas dan pulang.

sekali lagi gak ngerti kenapa. i wish i could make some smart reasons like Atul Gawande why those people have low work enthusiasm which makes low productivity.

rutum, 011009

Comments

  1. berilah contoh.kalo emang ketua tim nya belum pulang masak anggota tim yang lain udah pulang....... memang suka sih mengubah kebiasaan yang udah ada.

    ReplyDelete
  2. Saya pernah bekerja di Pulau Sumba, di Waikabuba. Ketika di pesawat, saya duduk di sebelah orang Jawa yang sudah menjadi guru disana selama 30 tahun. Bapak ini bilang kalo orang-orang asli Sumba umumnya pemalas. Saya tidak percaya dengan stereotyping seperti itu, sampe saya mengalaminya sendiri. Para penggerak ekonomi di kota itu adalah orang-orang pendatang, umumnya orang Jawa dan orang Cina. Penjual nasi goreng pinggir jalan, pemilik hotel dan toko, dan semua kegiatan ekonomi lainnya dilakukan oleh orang non Sumba. Saya bertemu dengan seorang Jawa penjual nasi goreng di pinggir jalan yg kebetulan orang Malang seperti saya, dan bercerita bahwa orang asli Sumba menganggap rendah pekerjaan berjualan di pinggir jalan spt itu. Walaupun kebanyakan mereka miskin, tetapi harga dirinya tinggi sekali. Mereka suka tidur siang, dan saat lapar, pergi mencuri. Ini stereotyping yang keras sekali, dan tentu saja tidak berlaku general. But there is a bit of truth in there. Saya belum pernah ke Papua, tetapi ketika berdiskusi dengan beberapa teman yang bekerja disana, mereka mengatakan mentalitas penduduk asli Papua tidak jauh berbeda.

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts