the least expected words of wisdom

on the way home tadi malam, setelah satu hari yang melelahkan, saya iseng2 ngajak ngobrol supir pete2 yang saya tumpangi. jam menunjukkan 10 lewat, pete2 hampir kosong, jalan lumayan lengang, jadi bisa ngobrol dengan santai.

awalnya saya nanya apa jalur yang dia lewati selalu macet pada pagi hari. jawabannya tentu saja sesuai perkiraan: macet gila! dan setelah pertanyaan itu mengalirlah cerita sang supir mengenai everyday life-nya. dan gak tau gimana dan kenapa supir pete2 yang saya ajak ngobrol kemudian bilang,"Saya mah yang penting kerja aja. Mo dikasi banyak-sedikit itu urusan (yang) Di Atas."

that was a WOW moment for me.

words of wisdom from a person i least expected.

saya turun dari pete2 itu, naik bis sebentar untuk kemudian naik angkot lagi. dan waktu saya duduk dalam pete2 yang sedang ngetem bersama beberapa cewek yang sepertinya SPG, jadi kepikiran kata2 supir tadi dan jadi ngerasa gak enak karena selama ini kurang ngerasa bersyukur sama apa yang sudah diberikan ke saya. karena apa yang saya dapat malam ini mungkin sama dengan 1/6 gaji mereka--para cewek yang sepertinya SPG--sebulan. saya pernah bilang,"I cherish all the dimes i've earned." tapi sepertinya saya lupa akan kata2 saya sendiri. dan peristiwa malam ini kembali mengingatkan hal itu.

makasih pak supir!

Comments

  1. iya ya man..banyak pelajaran yang bisa diambil dari siapapun..intinya semua harus saling mengingatkan bukan?

    ReplyDelete
  2. meaning kak...
    jalani hidup apa adanya
    hohoho

    ReplyDelete
  3. Interesting.... Tp di sisi lain, itulah yg disebut sebagai fatalism. Dalam bukunya, Obama pernah menyebut Indonesia sebagai: "A place in which fatalism remains necessary tool for enduring hardship" dan apa yg dikatakan Obama itu nyata sekali di cerita kamu ini dok. Orang-orang susah itu cenderung pasrah, karena mereka ga bisa liat jalan keluar lain. Kl ga pasrah, ya bisa gila karena stress.

    ReplyDelete
  4. @arema: interesting! buku yang mana nih?! *kayak pernah baca buku obama manapun aja* iya bener, kalo orang2 ini gak pasrah--setelah bekerja sedemikian kerasnya dan cuma mendapatkan sedikit yang mereka perlukan--mereka bisa gila!

    ReplyDelete
  5. Judul bukunya Dreams from my Father. Baca deh dok, itu buku yg must have di you punya rak buku.

    ReplyDelete
  6. oh yang itu. udah ada terjemahannya kan?! tapi kayaknya bagusan baca dalam bahasa aslinya deh. eh, bukannya Dreams of My Father ya?

    anyway, iyya udah mampir ke blog yang lama itu.

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts