dokter umum


bulan maret yang lalu diadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia. seperti kebanyakan simposium, acara ini diadakan selama 3 hari di akhir minggu. kegiatan ini merupakan ajang dokter umum--sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di indonesia--berkumpul untuk memperbarui ilmu, memperbaiki kekhilafan, bertemu teman lama dan bersenang-senang. tanda pengenal yang saya kenakan bertuliskan nama, kode bar dan nomor 4 digit yang saya duga merupakan urutan pendaftar. nomor saya adalah 1659. diperkirakan 2000 dokter umum hampir dari seluruh indonesia menghadiri pertemuan ini.

kegiatan tahun ini diadakan di balai sidang jakarta. dua ruangan besar dengan kapasitas masing2 mencapai 2000 kursi digunakan selama 3 hari acara ini. kadang ruangan ini digabung menjadi satu ruangan besar untuk beberapa sesi kuliah besar. sejumlah simposium klinik diadakan dari pagi hingga sore hari dan hampir semuanya tampak menarik meskipun ada juga yang membosankan. selain seabrek simposium, terdapat juga pameran kesehatan yang berisi alat2 kesehatan dan obat2an dari perusahaan2 farmasi. di stand pameran, perusahaan2 ini membagikan setumpuk brosur mengenai produk yang mereka tawarkan, demo alat, hingga souvenir seperti gelas, gantungan kunci, tas2, pulpen, dan notebook kecil yang kesemuanya diberi logo perusahaan ataupun nama obat yang mereka jual.

tujuan dari simposium ini adalah sebagai wadah para dokter umum untuk meng-update ilmu serta perkembangan terbaru dunia kedokteran yang dapat mempengaruhi hasil akhir pasien yang dirawat. memungkinkan kita mengurangi waktu perawatan, efek samping obat serta biaya yang dikeluarkan. selain itu juga memperbaiki kesalahan2 yang selama ini terjadi akibat kesalahpahaman, kekurangmengertian ataupun misinformasi. mengasah kembali ketrampilan2 klinik yang biasa digunakan. selain sesi2 simposium terdapat juga clinical mentoring dimana para peserta diberikan contoh kasus untuk dibahas bersama pemateri.

di sela2 kegiatan ilmiah--bahkan di tengah2 sebuah materi--kadang terdengar pekikan atau teriakan dari beberapa dokter perempuan yang kegirangan bertemu teman yang mungkin lama tidak ditemuinya. ya, kegiatan ini juga merupakan ajang temu kangen dan reuni para pesertanya. saya bertemu senior2 yang bahkan belum pernah saya kenal sebelumnya serta beberapa orang junior.

dokter merupakan tempat yang cukup 'sepi' sehingga ketika bertemu dengan begitu banyak teman sejawat seolah2 para dokter ini mendapat tempat untuk berbagi dan bercerita mengenai pasien2 yang menyebalkan, pasien yang tidak tertolong atau menjawab pertanyaan gencar dari keluarga. paling tidak setahun sekali. seperti yang ditulis Atul Gawande dalam Komplikasi,"Kami, untuk beberapa hari, adalah suatu kaum, dengan kelebihan dan kekurangannya, kaum dokter."

ternyata, hampir dua tahun yang lalu saya pernah berpikir yang sama! liat di sini.

bekasi, akhir maret 2011.

Comments

Popular Posts