on the way to the hospital

sekali lagi. seperti hari2 kemarin. saya terjebak di bis 3/4 yang maju mundur di depan pintu tol menyambut penumpang yang berdatangan. ini membuat saya punya waktu lebih banyak--jika bukan lebih sedikit--untuk diri sendiri. berpikir. merenung. kontemplasi. atau apalah namanya. namun saya sudah agak bosan memikirkan nasib yang begini2 saja. karir yang mandek. diri yang belum juga mapan. lebih baik memikirkan hal lain. seperti orang2 yang ada di atas bis berkarat ini.

selama lebih dari 7 bulan bekerja di klinik--sekarang rumah sakit--Firdaus, dalam perjalanan ke sana saya menjumpai berbagai macam orang: pekerja2 pabrik yang pulang kerja, pembeli/penjual (entah yang mana) sayur kulakan, pengamen bis, anak2 yang suka ngelem, tukang minta2, pedagang asongan.


all with a purpose. all with a certain place to go, people to meet, things to do. so am i. the difference is i am somehow rather luckier than these people. i am on the upper level of Maslow's hierarchy of needs. i don't have to struggle as hard as they do to bring food to my plate. my biggest concern is not to have something to eat. my need is self-esteem. i have the need to contribute, to feel self-valued.

one thing for sure. di atas bis 3/4 berkarat yang saya tumpangi dari bekasi ke cakung saya tersadar bahwa sepertinya--no offense (is this offensive?)--gakada satupun dari orang2 ini yang ngedengerin Far East Movement.

Comments

  1. You are on the higher level of Maslow's hierarchy of needs, but are you happier?

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts