pushy patient

pada suatu rabu pagi yang tenang seorang perempuan datang bersama seorang laki2 berbadan besar, tampaknya suaminya. mereka menuju loket pendaftaran: mereka mau berobat! sayapun langsung beranjak ke dalam ruang periksa untuk bersiap2. tak lama sang perawat masuk membawa rekam medik calon pasien tersebut lalu menjelaskan bahwa yang akan berobat adalah sang suami namun menggunakan nama sang istri. saya agak bingung. dalam hati berpikir tampaknya akan ada masalah.

si perawat kembali menjelaskan bahwa untuk kepentingan kantornya si istri memerlukan surat keterangan sakit karena selama dua hari terakhir mengurusi sang suami yang sakit.

saya kemudian memanggil seorang bidan yang cukup lama bekerja di klinik (dan mungkin pernah mengalami hal serupa).

seolah tahu apa yang saya pikirkan, si bidan segera mengatakan bahwa kami tidak bisa melakukan apa yang diminta pasangan tersebut. saya--dan pihak rumah sakit--tidak dapat mengeluarkan surat keterangan sakit untuk sang istri. yang bisa kami lakukan adalah mengeluarkan surat keterangan sakit untuk sang suami dengan keterangan bahwa sang istri selama dua hari terakhir tidak masuk kerja karena merawat sang suami di rumah. format seperti ini biasa kami buat jika seorang anak sakit (jadi surat sakit itu atas nama si anak, sekalipun dia belum sekolah) dan sang ibu harus mengurus buah hatinya di rumah sehingga tidak masuk kerja dan memerlukan surat keterangan untuk tempatnya bekerja.

namun mereka tetap menginginkan surat semula. kami kembali menolak. yang bisa kami berikan adalah format surat yang kedua. si istri mengatakan bahwa kebijakan dari perusahaan adalah jika surat sakit tersebut bukan atas nama maka dirinya akan dianggap absen dan mendapat pemotongan gaji. saya dan ibu bidan tetap bersikukuh bahwa kami tidak bisa mengeluarkan surat yang dia minta. kami terus berargumen selama 10 menit hingga akhirnya mereka menyerah. mereka menerima dengan setengah hati surat keterangan sakit yang saya sodorkan.

great. they've just ruined my morning.

maksud dari tulisan ini adalah kadang pasien terlalu memaksakan kehendaknya pada dokter sehingga membuat dokter melanggar aturan. di sisi lain dokter ingin dianggap sebagai malaikat penyelamat oleh pasiennya sehingga mereka bersedia bending rules. padahal dokter adalah manusia biasa.

namun pasangan ini seperti menganggap remeh hal seperti surat keterangan sakit (karena memang ada dokter yang dengan mudah memberikan surat tersebut). dan mereka melupakan (atau tidak mengetahui) bahwa untuk mendiagnosis seseorang mengidap penyakit tertentu seorang dokter harus menjalani proses yang panjang dan tidak mudah. dengan seenaknya meminta surat keterangan sakit kepada dokter yang merawat adalah seperti mengkali-nolkan proses tersebut.

tidak. saya tidak sedang meradang. saya cuma berharap jika orang2 di luar sana mengerti bahwa dokter juga manusia biasa yang memiliki keterbatasan sehingga suatu saat hal2 seperti ini tidak perlu terjadi lagi.

Comments

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts