dokter pedagang


the picture was taken from here

saya lupa siapa yang bilang tapi katanya menjadi dokter itu baik. menjadi pedagang juga baik. tapi menjadi dokter yang berdagang itu kurang baik (maksudnya di sini memanfaatkan profesinya--gelar dokternya--untuk mencari keuntungan sebanyak2nya).

the same goes out to a TS yang sejak awal bulan lalu meresepkan produk2 kesehatan MLM bagi pasien2nya. i repeat MERESEPKAN. ini terjadi pada klinik tempat saya bekerja yang pernah saya sebut memiliki beberapa kelebihan yang menarik hati.

i'd probably gonna bore you down with this post, but i gotta write this down.

saya tidak memiliki masalah jika ia menyarankan pasiennya untuk membeli produk suplemen kesehatan tertentu yang menurutnya perlu dikonsumsi si pasien, tapi meresepkannya?

saya merasa sangat janggal.

masalahnya: apakah produk2 ini memiliki EBM (evidence-based medicine) untuk membantu mengatasi gejala2 yang dialami pasien? saya tidak tahu. tapi saya kira tidak. saya tidak mendapat informasi tersebut dari situs perusahaan. yang ada di halaman informasi produk adalah deskripsi singkat produk, komposisi, manfaat, fungsi utama, petunjuk pemakaian, kemasan dan testimoni sejumlah pengguna produk tersebut. di halaman yang lain terdapat sertifikasi kesehatan beberapa produk dari Badan POM.

masalah selanjutnya: dengan meresepkannya berarti pasien mau tidak mau harus menebus obat yang diberikan, padahal suplemen kesehatan yang dijual melalui MLM biasanya cukup mahal sehingga semakin memberatkan pasien. nah, apakah produk tersebut cost effective? artinya kurang lebih apakah manfaat yang diperoleh pasien lebih besar dibandingkan uang yang harus dikeluarkan untuk menebus suplemen tersebut?

yang terakhir: tidak mungkin TS yang meresepkan tersebut bukan merupakan retailer/distributor dari perusahaan MLM tersebut. dengan meresepkannya maka produk yang dijualnya bisa laku dengan cepat, berbeda dengan retailer lain yang harus menjelaskan secara terperinci mengenai produk yang dijualnya. karena barang yang dijualnya cepat laku dan banyak laku maka target2 yang biasa dibebankan kepada retailer (yang dalam hal ini si TS tadi) bisa tercapai dengan mudah yang kemudian akan menghadiahi di retailer dengan bonus atau promosi dalam hirarki ke-MLM-an tersebut. artinya TS tersebut telah sedikit-banyak 'menjual' gelar dan profesinya untuk mendapatkan keuntungan, bonus dan hadiah. dan mengutip seorang TS yang lain jika ada seorang dokter yang melakukan hal itu, maka sebaiknya dia melepas saja jas dokternya dan berjalan dari rumah ke rumah menawarkan barang dagangannya.

dr. Lo Siaw Ging, seorang dokter di Kota Solo, Jawa Tengah selama puluhan tahun melayani puluhan pasien yang datang ke tempat praktik sekaligus rumah nya di Jalan Jagalan 27, Kelurahan Jebres, Kota Solo tanpa menetapkan tarif, bahkan sebagian besar pasiennya justru tidak pernah dimintai bayaran.

dikutip dari buku berjudul the Doctor-Catatan Hati Seorang Dokter yang ditulis sesama dokter, Triharnoto, Lo selalu ingat pesan ayahnya saat memutuskan belajar di sekolah kedokteran. ”Ayah saya berkali-kali mengatakan, kalau saya mau jadi dokter, ya jangan dagang. Kalau mau dagang, jangan jadi dokter. Makanya, siapa pun orang yang datang ke sini, miskin atau kaya, saya harus terbuka. Saya tidak pasang tarif,” kata Lo yang namanya masuk dalam buku Kitab Solo itu.

dua paragraf terakhir mengenai dr. Lo diambil dari sini.






Comments

  1. Akhirnya tidak ada lagi peringatan malware di blog anda setiap saya buka, entah kenapa Google browser saya selalu memberi peringatan itu.

    Anyway, idealnya memang dokter tidak berdagang karena alasan sosial responsibility, mungkin appresiasi jasanya tidak harus dalam bentuk uang. Masalah obat tetap harus membeli, kecuali bisa membuat sendiri (herbal).

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts