when the going gets tough......

when the going gets tough, the tough is supposed to get going, right?
but that doesn't happen to a dear friend of mine, a fellow doctor.


beberapa bulan yang lalu teman saya mengalami mental breakdown. untuk kedua kalinya. dia pertama kali mengalaminya awal tahun ini. sebagai seseorang yang pernah kuliah sama2 (saya satu angkatan kuliah dengannya), dan kemudian sekarang tinggal bersamanya, saya bisa melihat dan merasakan sendiri perubahan yang terjadi di diri teman saya ini.

perubahannya saya rasakan sejak bulan puasa tahun lalu. dia mulai gelisah, tidurnya tidak tenang, seperti seseorang yang sedang banyak pikiran. dia menjadi sering termenung sendiri. tetapi pada saat itu dia masih bisa bercerita mengenai isi pikirannya, kegundahannya dan hal2 yang mengganggu pikirannya. i thought that by keeping busy with work, he can shake it off.

ternyata tidak.

puncaknya terjadi ketika dia sedang berada di lokasi tambang tempatnya bekerja. dia mulai berbicara sendiri. tidak tidur selama berhari2. dia mengatakan bahwa ada seseorang yang mengikutinya. 

pihak perusahaan segera mengirimnya ke rumah sakit daerah terdekat. pada waktu itu dia diduga menderita malaria serebral. ya, saya pernah melihat hal tersebut. parasit malaria telah memasuki otak dan membuat penderitanya seperti orang gila. tetapi setelah diperiksa ternyata bukan malaria serebral. teman saya ini telah gila. skizofrenik. dia segera dipulangkan ke kampung halamannya untuk kemudian dirawat oleh keluarganya dan diberhentikan dari pekerjaannya.

sebulan kemudian dia kembali ke bekasi dan tinggal bersama kami. i can see that he was not the same guy i know. dia lebih pendiam. sering menyendiri. kami semua mengira bahwa di balik ketenangannya, masih ada 'sisa' kegilaan di dalam dirinya, karena ini beberapa dari kami sering--walaupun tidak selalu--mengajak dia untuk nonton tv, makan atau sekedar mengajaknya bicara, agar dia tidak sendiri dan membiarkan pikirannya melayang2 entah kemana.

but once again, his delusional mind has taken control of himself. dia mulai berbicara sendiri. mondar-mandir tidak karuan. bahkan dia melakukan beberapa hal yang aneh. akhirnya teman2 yang ada sepakat untuk membawanya ke rumah sakit jiwa di grogol--tentu tanpa mengatakan yang sebenarnya--setelah sebelumnya mengabarkan orang tuanya di kampung untuk datang. dia dirawat selama beberapa hari dan langsung dibawa pulang ke kampungnya di daerah jawa timur.

sekarang, hampir 3 bulan berselang, dia telah kembali bersama kami. dengan keadaan yang lebih baik. he's like he's old self. well, almost.

let's admit it that even the toughest man does crack under pressure. I'm not saying that this particular friend is the toughest man around. I'm saying that no matter how good we are, we all have our flaws. admitting it can lift some burden off our shoulder.

Comments

  1. kok serem banget sih ya... itu kenapa sih awalnya? gue juga sering ngomong sendiri apa jangan jangan itu termasuk gejalanya? ._.

    ReplyDelete
  2. @rifky: hahaha.....tenang bro. jangan takut. we all have a little craziness inside of us.

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts