the gift of defecation

(maafkan saya, saya lupa ngambil gambar ini dari mana)

sejak jaman koas dulu, bulan ramadhan menjadi bulan yang friendly buat pencernaan saya.

kenapa?

well, karena seperti yang selalu digadang2 para ahli kesehatan, pegiat gaya hidup sehat bahkan para ustadz dan ustadzah, pencernaan kita diberikan waktu untuk beristirahat dan memulihkan bagian jaringan yang rusak setelah sebelas bulan dibombardir makanan dan minuman pagi-siang-malam bahkan tengah malam.

jadi dalam bulan puasa ini, usus-usus saya bisa memperbaiki sel, otot dan bagian rusak lainnya karena pola makan omnivora selama ini :)

dari segi menu juga gak kalah bersahabatnya, hampir tiap hari ada es/sop buah yang berserat tinggi sebagai menu buka puasa sehingga melancarkan frekuensi BAB saya.

sebagai dokter, saya tidak jarang merawat pasien dengan gejala tambahan sulit BAB. pasien2 ini merasa begah, kembung dan merasa tidak nyaman dengan perut mereka. 

buat saya sendiri, yang kadang mengalami konstipasi--maksudnya kadang frekuensi Be-A-Be bisa 3-4 hari sekali--memang kadang bikin gak enak. kalo kata komedian ulfah,"kayak nyimpen sampah!" tapi saya gak pernah sampe segitunya ngeluh2 gak enak perut, terasa begah atau apa. memang kadang terasa gak enak, but i can live with it. tetap bisa kerja. bisa aktivitas.

nah, diet kaya serat yang dilakukan sebagian muslim selama bulan puasa membantu melancarkan frekuensi defekasi karena serat yang ada di sayur dan buah-buahan akan menciptakan kekentalan dan massa (bulk) feses serta lubrikasi di dalam usus sehingga melancarkan 'perjalanan' feses ke tujuan akhirnya.

jadi bayangkan (hayo bayangkan.....!!) kalo kita semua gak bisa kentut apalagi BAB. makanan masuk terus ke dalam tubuh tapi gakada yang dikeluarkan. awalnya mungkin belum terasa apa2 tapi lama kelamaan perut bertambah besar, tegang dan tentu saja nyeri. keadaan ini disebut ileus. suatu penyakit dimana gerak peristaltik usus yang mendorong feses dari proksimal (lambung) ke distal (anus) tidak ada sama sekali atau mengalami sumbatan. sehingga usus tidak dapat 'mendorong' makanan ke arah anus. akibatnya makanan numpuk di dalam usus, perut bertambah besar dan nyeri. kalo sudah begini gak karuan rasanya. mau tiduran salah, mau duduk juga salah, mau BAB tapi gak bisa keluar. salah satu penanganannya ya operasi. 

so, count your blessing dear, by keeping your body (and mind) in good health and condition. defecation may be the least blessing you'll ever think of, but if you can't defecate you'll die.

Comments

  1. kalo yang males makan buah atau sayur trus konsumsi serat instan yg dituang dan dilarutkan dalam air ky di iklan2 itu gmn om?

    ReplyDelete
  2. @akbar: kalo pengalaman saya sih, gak se-lancar kalo makan buah atau sayuran dalam bentuk aslinya. tapi mungkin bisa dicoba kalo buah/sayuran memang susah didapat.

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts