my first long haul

the team minus chef de mission

sabtu, 16 februari 2013. jam 3 sore. i'm pretty sure i'm gonna be late. tapi gue percaya selama belum tiba deadline-nya, artinya kita belum terlambat. bekasi-bandara biasanya bisa ditempuh dalam waktu 1 jam dengan bis damri.

but i am late. jam 4-an udah ditelpon sama chef de mission. katanya semua anggota tim sudah di bandara, menunggu gue. dan setelah telepon itu gue mulai deg2an. gue mencoba tetap tenang, meyakinkan diri bahwa i can make it. lagipula mo panik juga percuma, gue di dalam bis damri yang sedang melaju di jalan tol. jadi gak mungkin gue minta bisnya dihentikan, turun dari bis dan pindah ke taksi. tapi mungkin gue bisa minta pak supir buat ngebut..err...gak berani ah. 

telpon berbunyi 2 kali lagi. gue jadi makin deg2an. begitu sampe di terminal 1, gue langsung cari taksi gelap buat ke terminal 2. and i was thinking it's pretty much amazing race mentawai all over again. begitu dapat taksi gelap, supir langsung nembak 60ribu dan gue langsung oke-in ajah. no time to bargain!

sampe terminal 2 langsung loncat keluar mobil, dan nodong bos yang tunggu di luar 20ribu karena duit gue gak cukup. tanpa basa-basi langsung masuk ruang check in, nyari check in counter dan ketemu ketua tim yg lagi menunggu dengan cemasnya. alhamdulillah masih bisa check in but i was vvery close to not go because check in time was almost closed. begitu dapat boarding pass kita berdua bernapas lega, tapi tetep lari2 ke waiting lounge karena katanya the flight is boarding at the moment. dan ternyata waiting lounge udah kosong karena penumpang lain sudah boarding, so we ran off to the airplane and got to the seat finally.

those moments happened in fast motion that i've come to my senses that i'm on a flight to jordan when we're already up in the air.

so we flew with the lavish qatar airways yang menurut SkyTrax merupakan World's Best Airline 2011-2012. rutenya jkt-doha, doha-amman. waktu tempuh kurang lebih 12 jam. tapi karena waktu transit 12 jam pula, total perjalanan menjadi 24 jam. 

kami tiba di doha international airport sekitar jam 11 malam waktu setempat. bangunannya luas, bersih dan arsitekturnya megah namun terkesan dingin. musholla airport cukup bersih dan lega namun sayangnya tidak dilengkapi tempat wudhu, sehingga orang2 wudhu di wastafel toilet. sepertinya bandara ini bermaksud jadi hub timur tengah ke eropa atau daerah arab lainnya, karena semakin malam semakin banyak penumpang yang transit di bandara ini. ada juga rombongan haji indonesia yang bermaksud umrah ke mekkah.

dan ternyata kita, si ketua tim juga, baru tau kalo kita diminta untuk memberikan pelatihan untuk dokter, perawat dan paramedis di jordan. 

and i was like WTF? 
kok bisa sih si bos baru tau? 
emang waktu di datang ke jordan januari lalu apa yang mereka bicarakan?
so what should we do now?

aah....crap! gue benci kalo gak jelas gini.

and so, we flew to amman with mixed feelings inside us.

kami tiba di queen alia int'l airport minggu sore waktu setempat. langsung disambut udara dingin almost-end winter. kami dijemput supir JHAS, NGO mitra kami di jordan, serta mahasiswa indonesia yang lagi ngambil S2 di amman, namely ustadz zulkifli.

dan dimulailah pengalaman menarik saya selama 3 minggu di jordan.

Comments

  1. 2010 gua ketemu staff PBB doyan travelling,
    2012 gua ketemu mas dokter doyan travelling,
    besok..asik kali ya bikin cerita psikolog ngiter2 mulu kerjaannya :p

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts