21st century doctor


saya sedang membaca feed di laman facebook saya ketika sebuah post dari seorang kolega menangkap perhatian saya. rupanya dia membagikan sebuah post mengenai aturan kontroversial terakhir dari BPJS Kesehatan. BPJS kesehatan yang merupakan asuransi kesehatan nasional yang dimulai sejak awal januari 2014, bermasalah sejak awal diluncurkan. dan kini, aturan terbaru mengenai jam kerja dan beban kerja dokter dalam hubungannya dengan upah bagi dokter tengah hangat diperdebatkan oleh dokter seluruh indonesia. masalahnya adalah penambahan jam kerja dan beban kerja ini tidak sesuai dengan penambahan upah yang diberikan. atau begitulah yang saya tangkap. berada di luar sistem kesehatan pemerintah selama 4 tahun membuat saya buta mengenai apa yang terjadi di dalamnya.

dokter-dokter di abad ke-21 akan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dokter-dokter 15-20 tahun yang lalu. di abad ke-21 ini tantangan yang dihadapi lebih banyak dan kian beragam. mulai dari sisi medis maupun sisi para-medis. seperti munculnya kembali beberapa penyakit infeksi, meningkatnya jumlah penderita penyakit tidak menular hingga penyakit yang terkait lingkungan dan perubahan iklim. tidak hanya itu, dokter hari ini juga dihadapkan pada tingginya angka migrasi manusia dari satu tempat ke tempat lain sehingga meningkatkan resiko penularan penyakit tertentu. jumlah korban perang dan pengungsi sebagai akibat perang dan pertikaian yang terjadi di seluruh dunia juga menjadi tantangan tersendiri bagi para dokter.

dokter di Indonesia secara khusus dihadapkan dengan sistem pelayanan kesehatan dan sistem pendidikan kedokteran yang sepertinya tidak berhenti berubah. sistem BPJS Kesehatan yang telah membantu dan menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh indonesia masih memiliki berbagai masalah yang harus dipecahkan. hal yang tidak kalah peliknya adalah sistem pendidikan kedokteran Indonesia yang sepertinya kacau--kalau bukan berantakan--dalam beberapa tahun terakhir sehingga menyulitkan para lulusan baru untuk bekerja dan mengabdi di masyarakat. on top of that, dokter di indonesia juga harus mempersiapkan diri dengan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dimana artinya akan ada (atau telah ada?) serbuan dokter ASEAN yang datang untuk bekerja di indonesia. kemajuan teknologi di bidang kesehatan juga mendorong--jika bukan memaksa--dokter untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mendeteksi dan menyembuhkan penyakit serta menjaga kesehatan masyarakat.

so, being a doctor is not getting any easier.

Comments

Popular Posts