[a vvery late post] puasa yang sangat berat

Note: tulisan ini dibuat medio 2009 ketika saya sedang bertugas di Raja Ampat, Papua Barat dan berpuasa di sana. Untuk cerita seputar PTT lainnya klik aja di sini.
 
 
 
berat memang liat view begini tapi gak bisa berenang karena puasa dan takut air lautnya keminum

this is, by far, puasa terberat yang pernah saya jalani. both mentally and physically. lebih berat dibandingkan puasa di anestesi. jauh lebih berat dibandingkan puasa di aceh.


waktu di anestesi, it was physically exhausted tapi masih nyenengin because i was with friends and best friends. lagipula sebagian besar waktu kan dihabiskan di dalam ruang operasi yang adem, so i was less dehydrated.

di aceh, it was more mentally demanding karena saya harus nyusun program, turun ke lapangan, kasi pelatihan dan ngatur orang. walopun berada jauh dari orang2 tercinta alhamdulillah tetap berada dalam keadaan sehat sentausa.

sementara puasa kali sangat menantang. baik dari segi fisik maupun mental. physically, di waisai jarak yang ditempuh untuk makan dan sholat cukup jauh, mataharinya lumayan terik, sehingga beberapa hari di waisai really worn me out. selain itu banyak persiapan yang harus dilakukan buat TMC ini, jadi ya bolak-balik ke dinas, beli ini-itu, urus obat dan vaksin, RDTs, bahan kontak, materi penyuluhan dan lain-lain. intinya: capeekkkk!!!!! dan ini baru tahap persiapan sodara2, belum tahap pelaksanaannya!
but it's amazing that i got up to this day safe and sound. of course there are cuts and bruises here and there but i managed to pull myself up.
belum lagi the thought bahwa saya bakal lebaran di kampung yang gak bersinyal, yang muslimnya kurang dari lima orang (saya rasa yang empat orang bakal ke sorong buat lebaran)....aduhh....
di kota dan di desa bagiku sama saja, walaupun di tengah malam bagiku tugas tetap kujalankan.

Comments

Popular Posts