Namanya Toang


Namanya Toang, usianya kurang lebih 12 tahun. Dia dirujuk dari klinik MSF di Yuai sekitar Januari 2015 karena sudah menyelesaikan terapi untuk Relapse Kala Azar dengan 30 injeksi Sodium Stibogluconate (SSG) dan 17 Paramomycin (PM) tapi Test of Cure-nya (ToC) masih positif. Artinya dalam tubuhnya masih ada parasit penyebab Kala Azar (KA).

Waktu tiba di Lankien, keadaannya cukup lemah, bukan cuma karena dia menderita Kala Azar tetapi juga karena dia harus berjalan selama 2 hari dari Yuai untuk sampai di Lankien.

Di Lankien, kami mengulang ToC-nya untuk memastikan bahwa dia masih memiliki parasit penyebab Kala Azar. Hasilnya positif. Walaupun secara klinis, dia tidak termasuk Kala Azar berat (Severe KA) karena severity score-nya (yang komponennya terdiri dari Body Mass Index (BMI), Hemoglobin, usia, dan general weakness) kurang dari 5, kami tetap memulai terapi dengan Ambisome (Amphotericin B Liposomal) yang biasanya diberikan pada pasien dengan KA berat. Ambisome diberikan sebanyak 6 dosis, sesuai berat badan pasien, setiap 2 hari sehingga paling tidak butuh waktu 12 hari untuk menyelesaikan 1 course pengobatan. Sementara itu kami melakukan investigasi lain untuk mengetahui mengapa parasit KA ini bandel dengan melakukan pemeriksaan terhadap TBC, infeksi saluran cerna dan infeksi saluran kemih. Hasilnya negatif.

Setelah menyelesaikan terapi, kami kembali melakukan ToC. Hasilnya tetap positif. Kami memutuskan untuk memberikan dosis Ambisome ekstra plus memulai terapi TBC (walaupun hasil pemeriksaan lab.nya negatif). Terapi selesai, kembali melakukan ToC. Hasilnya masih positif, namun ada kemajuan, parasite load-nya turun (lupa berapa angkanya. Kalo tidak salah dari waktu pertama datang itu 3+, kemudian setelah pengobatan jadi 2+). Walaupun masih positif, tapi secara klinis ada perbaikan: nafsu makan meningkat, berat badan meningkat, tidak ada lagi mimisan atau demam, jadi kami putuskan untuk kembali memberikan dosis Ambisome ekstra. Setelah itu, another ToC yang alhamdulillah hasilnya negatif. Karena Relapse, jadi dia butuh 2 ToC negatif, karena keadaan umumnya baik, kami transfer ke Poli KA dimana dia dipantau perkembangannya tiap hari sambil menunggu ToC berikutnya. Sayangnya Toc berikutnya kembali positif, sehingga kami kirim kembali ke bangsal untuk mendapatkan Ambisome. Setelah itu Toc-nya kembali positif dengan parasite load yang rendah (kalo tidak salah 1+), setelah tim berdiskusi, diputuskan untuk menghentikan Ambisome, transfer si anak ke poli/OPD dimana dia akan melanjutkan pengobatan dengan SSG/PM plus pengobatan TBC-nya tentunya.

 gate to OPD

Di sinilah drama dimulai.

Beberapa minggu pertama si anak dengan ayahnya datang dengan rajin ke KA OPD untuk mendapatkan injeksi plus therapeutic food (Plumpy Nut), tapi setelah ToC ke-8 dan hasilnya tetap positif, mereka agak putus asa dan meminta supaya terapi dihentikan saja. Sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap penyakit ini, saya dipanggil ke OPD dimana kami berdiskusi, berbincang untuk meyakinkan sang ayah dan si anak untuk terus melanjutkan pengobatan. Si anak menangis. Dia mengeluh, bahwa pengobatan yang diberikan bukan cuma menyakitkan secara fisik, tapi juga membuat dia merasa berbeda dengan teman-temannya, dia tidak bisa bermain, sebagian besar waktunya cuma duduk di depan tukulnya. Buat saya juga sulit, karena kami sudah melakukan semua pemeriksaan lab yang bisa dilakukan di Lankien, dan kami sudah memberikan terapi yang optimal, saya tidak bisa menjawab pertanyaan sang ayah kenapa parasit2 itu masih doyan ngendon di dalam tubuh si anak. Setelah penjelasan panjang, akhirnya mereka setuju untuk melanjutkan pengobatan menunggu hasil ToC berikutnya.

ToC ke-9: NEGATIF. Melegakan bukan cuma buat mereka, tapi juga buat saya. Si anak sudah pada injeksi yang ke-37 kalau tidak salah. Batasnya adalah 60 injeksi untuk Relapse KA. Pengobatan terus dilanjutkan untuk benar2 yakin bahwa semua parasit sudah mati. Kali ini si anak datang dengan ibunya. Kembali saya berusaha meyakinkan ibu dan anak tersebut karena mereka sudah merasa putus asa dengan penyakit si anak. Hasilnya: ToC-10 NEGATIF.

Clinical officer di poli KA sengaja memanggil saya begitu menerima hasil ToC si anak. Hari itu, saya rasa, bukan cuma saya, dan si anak yang gembira. Tapi juga semua staf di KA OPD yang tahu perjuangan si anak. Kami menghentikan pengobatan dan memutuskan bahwa si anak sudah sembuh dari KA. Tentu saja dia masih harus melanjutkan terapi TBCnya sampai selesai.

So, after 12 dose of Ambisome, 57 SSG, 30 PM and 10 ToC, the boy was cured and discharged from KA program 4 days before I left the project.

Such an amazing feeling! :) 

Of course, I will explain about Kala Azar on the next post insyaAllah. :)

Comments

Popular Posts