[Pakistan] First Mission


Akhirnya mimpi/cita-cita itu terwujud juga. Bukan. Bukan naik kelas bisnis di salah satu maskapai penerbangan terkemuka dunia.
 

Mimpi itu adalah mengabdi di tempat-tempat yang jauh. Dimana perbedaan bahasa, budaya dan adat istiadat bukan merupakan kendala tapi merupakan jembatan memahami dunia yang beragam ini.
 

Mungkin saya yang terlalu melankolis. but that's just me.
 

Imam Syafi'i pernah berkata

orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
merantaulah, kan akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Jadilah saya pada 17 oktober 2013, tepat 3 tahun lalu, tiba di Karachi pada pagi dini hari. sejak perjalanan dari Istanbul saya tidak bisa tertidur. Saya coba, tapi tidak berhasil. Saya terlalu bersemangat. Jantung saya berdegup kencang memikirkan apa yang sudah menanti saya di Karachi.
 

Misi Karachi merupakan misi perdana saya sejak saya bergabung dengan Medecins Sans Frontieres atau Doctors Without Borders dalam bahasa Inggris atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Lintas Batas, organisasi medis internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan. Saya kadang merinding sendiri, jika mengingat bahwa saya sekarang merupakan bagian dari organisasi besar yang meraih Nobel perdamaian pada 1999 ini.






And yes. Rupanya saya telah ditunggu oleh banyak pekerjaan yang harus segera saya ambil alih dari pendahulu saya. Begitu banyak informasi yang harus dicerna membuat saya beberapa saat merasa overwhelmed. Untunglah saya datang pada saat libur panjang idul adha sehingga saya bisa mencerna sedikit demi sedikit project-related information yang saya terima tanpa harus langsung aktif bekerja.

Misi Karachi menjadi pintu gerbang bagi saya untuk mengetahui dan merasakan lebih dalam lagi dunia organisasi kemanusiaan yang begitu kompleks dan beragam.

Comments

Popular Posts