Gig of the Month: MSF "No Borders" Photo Exhibition



Pada tanggal 8-18 Desember kemarin MSF mengadakan photo exhibition yang kedua kalinya di Jakarta setelah sebelumnya diadakan pada tahun lalu. Tahun ini tema yang diusung adalah "No Borders" dimana MSF ingin berbagi kepada warga Indonesia umumnya dan masyarakat Jakarta khususnya bahwa isu-isu kemanusiaan tidak mengenal batas negara, agama, suku dan lainnya serta mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peka dan peduli terhadap isu kemanusiaan global.

Pameran foto tahun ini lebih ekstensif dalam memperkenalkan isu kesehatan dan kemanusiaan yang menjadi fokus dan perhatian MSF selama ini. Selain pameran foto, ada juga film screening dan beberapa talk show seputar masalah kemanusiaan yang dekat dengan MSF.


Untuk pameran foto, terdapat 3 tema utama. Pertama berjudul "Battle against Diseases" dimana MSF memperlihatkan foto-foto beserta info grafis beberapa penyakit infeksi yang menjadi perhatian MSF, yang tersebar luas di banyak negara, mempunyai angka kesakitan yang tinggi serta global burden of disease yang cukup besar yaitu Tuberculosis, HIV/AIDS dan Malaria serta satu penyakit yang mewabah pada 2014 yaitu Ebola Virus Disease. Tema kedua berjudul "Because Tomorrow Needs Her" dimana MSF mengangkat masalah kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi dan kekerasan seksual yang menjadi perhatian di banyak proyek MSF karena masalah ini sering diabaikan. Tema ketiga berjudul "Forced from Home" dan mengangkat migrant crisis yang telah menjelma menjadi masalah global dan masih dicari penyelesaiannya. Krisis migran sekarang ini merupakan yang terbesar sejak perang dunia kedua sehingga tidak lagi bisa dipandang sebelah mata dan harus menjadi perhatian dunia agar masalah ini cepat mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Di tiap booth terdapat satu video pendek dari pekerja lapangan asal Indonesia yang menceritakan pengalamannya terkait isu di booth tersebut. Satu booth terakhir yang berbeda dari ketiga booth foto sebelumnya adalah booth video mapping "NotATarget" dimana tiga proyektor ditembakkan ke tiga dinding yang membentuk booth sedangkan salah satunya merupakan dinding cermin. Proyektor tersebut memainkan video dimana seolah-olah pengunjung yang berdiri di tengah booth sedang berada di tengah pertempuran dimana terdapat suara tembakan, ledakan, sirine ambulans dan lain-lain. Di akhir video terdapat seruan untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas medis, personil medis dan pasien. Pengunjung kemudian dapat melakukan swafoto dengan logo "NotATarget" sebagai latar belakangnya. Booth ini merupakan bagian kampanye besar MSF untuk mengajak khalayak ramai sadar akan isu penyerangan terhadap fasilitas dan personil medis ini untuk kemudian peduli dan mengecam tindakan yang dirasa semakin sering terjadi dan menekan para pelaku untuk mengubah cara-cara mereka melakukan peperangan. 


Selain booth-booth di atas, di depan booth "Battle against Diseases" terdapat satu manekin yang memakai Hazmat Suit yang dikenakan staf MSF di Ebola Treatment Center pada proyek Ebola pada tahun 2014 lalu. Kemudian di depan booth "Forced from Home" terdapat 6 life vests yang didatangkan langsung dari Lesbos, Yunani yang pernah digunakan para penyintas ketika menyeberangi laut Mediterania menuju Eropa.



Pada pameran foto kali ini MSF lebih membuka diri kepada masyarakat Indonesia, salah satunya dengan mengadakan talk show dengan pekerja lapangan MSF asal Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan masyarakat Indonesia dengan kenyataan hidup yang dijalani banyak orang di belahan dunia yang lain dan menimbulkan empati dan kepedulian untuk menolong sesama. Pameran foto kali juga lebih mendapatkan coverage dari media nasional serta banyak dibagi di media sosial pengunjung yang datang yang sejalan dengan tujuan akhir kegiatan, yaitu memasyarakatkan MSF dan isu-isu yang diusung MSF. Karena itu pula pengunjung yang datang tahun ini jauh lebih banyak dan jauh lebih beragam dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi penyelenggaraan, lebih banyak field worker asal Indonesia yang terlibat baik sebagai nara sumber, penjaga stand/booth pameran hingga sebagai penjaga meja registrasi yang salah satu tugasnya adalah menarik orang untuk masuk ke dalam ruangan pameran.

Dari kacamata saya--yang pada saat pameran tahun lalu masih berada di Sudan Selatan--pameran kali ini berhasil memperlihatkan kepada warga Jakarta sisi-sisi lain MSF yang tidak cuma bekerja di area konflik namun juga di tempat lain dengan konteks yang berbeda sehingga diharapkan ke depannya dapat membuka mata dan hati warga Jakarta terhadap peristiwa kemanusiaan nasional dan global dan menimbulkan kepedulian dan empati terhadap hal-hal tersebut.

May there be a much better and improved event next year that will be able to showcase MSF's focus, attention and work on global humanitarian issues and raise awareness and empathy of the people in Jakarta--and in Indonesia in general--regarding humanitarian issues.

Comments

Popular Posts