r u a n g dan manusia

Tukul--South Sudanese traditional mud hut

Rumah, gubuk, istana, kastil atau apapun namanya bukan cuma melindungi kita, manusia, dari panas dan dingin. Bangunan ini juga merupakan bagian dari ruang pribadi kita. Tempat kita berkumpul dengan keluarga, melepas lelah, dan melakukan hal banyak hal lainnya.

Sebagai seseorang yang pernah tinggal selama bertahun-tahun di sebuah kamar kecil di dalam rumah kayu yang panas pada siang hari dan cukup dingin pada malamnya dan sekarang, setahun setelah menikah, tinggal di sebuah rumah yang cukup luas dengan dua kamar tidur, saya baru merasakan bahwa manusia membutuhkan ruang dalam rumahnya--bukan cuma dalam hidupnya. Karena rumah sejatinya bukan cuma tempat tidur saja tetapi juga tempat berbagi dengan keluarga, melepas penat setelah seharian (or in my case semalaman) bekerja, tempat berkreasi dan rekreasi. Ini berarti sebuah hunian memiliki fungsi tidak hanya struktural tetapi juga fungsi psikososial.

Oleh karena itu, sekarang, saya tidak mengerti ketika memandang orang yang hidup/tinggal di dalam kamar berukuran 3x4 meter (atau bahkan lebih kecil dari itu) dan melakukan semua aktivitas dalam ruang sempit itu. 

I know it sounds cheesy, but I'm sure that you agree with me.

I agree and realize bahwa harga sewa kamar dan rumah di ibukota sangat mahal sehingga banyak yang hanya sanggup menyewa kamar kecil, tapi saya kira ada cara lain untuk mendapatkan 'ruang' yang dibutuhkan oleh raga dan jiwa kita, yang bisa membuat kita tetap waras di tengah himpitan beban hidup dan pekerjaan. 

Mungkin bersama teman satu kantor, satu almamater, satu daerah bisa menyewa satu rumah yang terdiri dari beberapa kamar tidur. Tentu saja bayar kontrakannya patungan. Dengan begitu, penghuni bisa tinggal dengan nyaman dan memiliki ruang yang berguna untuk melepas kebosanan dan lelah yang dirasakan. Bisa pula dengan mencari rumah kos yang memiliki common room ataupun dapur bersama. Penghuni tidak harus terus-menerus tinggal di dalam kamar yang sumpek, tapi bisa bersosialisasi dengan penghuni lainnya. Instead of makan-minum, tidur, berkumpul di dalam satu kamar kecil--dan seperti pengalaman saya dulu, hampir semua aktivitas dilakukan di atas kasur. Saya setuju dengan pendapat bahwa kamar hanya digunakan untuk tidur saja karena seharian berada di luar kamar/kos untuk bekerja atau kuliah, tetapi tubuh kita tidak hanya butuh tempat untuk tidur, untuk berlindung dari panas dan dingin. Tubuh (dan pikiran) kita butuh relaksasi. Penyegaran. Setelah seharian berkutat dengan pekerjaan ataupun kuliah. Dan ini penting untuk menjaga kesehatan jiwa.

Terakhir dari cuap-cuap gak jelas ini adalah: there are ways to make your place of residence a better place for your body and soul, if only you try harder and are willing sacrifice for other things.

Comments

Popular Posts