Balada AC Diskon

just in case you need it

Ketika baru menikah saya dan istri tinggal di sebuah kamar kecil di dalam sebuah gang. Setelah tinggal selama tiga bulan di situ kami menyadari bahwa tidak mungkin untuk melawan udara khas Jakarta yang panas dan lembab karena itu kami memutuskan untuk penyejuk ruangan.

Kami memilih pergi ke sebuah toko grosir terkenal di utara Jakarta dan membeli unit penyejuk ruangan kami yang paling pertama. Sebagai pasangan yang baru menikah, membeli perabot rumah tangga cukup menyenangkan karena terasa betul bahwa kami adalah pasangan suami-istri. Dan sebagai laki-laki yang cukup irit--kalo bukan pelit, saya meyakinkan istri untuk memilih AC dengan merek yang cukup terkenal dan terpercaya yang saat itu sedang didiskon.

Namun beberapa bulan kemudian AC tersebut kurang terasa dinginnya sampai akhirnya tidak terasa hembusan angin sedikitpun sehingga kami memutuskan untuk memanggil tukang servis untuk memperbaikinya. Rupanya AC kami didiagnosis mengalami kebocoran freon sehingga freon yang ada terkuras habis dan tidak bisa menyejukkan ruangan lagi. Sebagai seorang yang awam di bidang per-AC-an, saya hanya bisa percaya dan menerima saja vonis dari tukang servis tersebut dan setuju dengan rencana perbaikan yang diusulkan. Hampir 1 juta rupiah saya keluarkan untuk reparasi AC yang mencakup bongkar AC, las bagian yang bocor dan menambah isi freon yang habis.

Setahun setelah menikah dan sebulan setelah anak kami lahir, kami pindah ke sebuah rumah mungil yang merupakan separuh dari sebuah rumah kompleks yang dibagi menjadi dua bagian. Rumah ini memiliki dua kamar, ruang tamu, dapur, kamar mandi serta teras yang cukup luas untuk menampung satu unit mobil. Selain dekat dengan tempat saya bekerja, suasana baru dengan rumah yang lebih luas membuat kami sangat bahagia.

Namun kemalangan menimpa keluarga kami, beberapa bulan setelah pindah si AC Diskon kembali ngadat. Udara yang dikeluarkan tidak lagi dingin dan saya kembali memanggil teknisi, kali ini merupakan teknisi yang bekerja merawat AC di tempat saya bekerja untuk mengecek masalah apa yang kembali timbul. Sayangnya yang dia bisa lakukan cuma mengisi freon yang ternyata kembali kosong dan ini bertahan selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya saya harus memanggilnya kembali untuk mengisi freon untuk kedua kalinya.

Saya sudah memiliki firasat mengenai apa yang terjadi pada si AC, namun bayangan biaya yang cukup tinggi yang dulu harus saya keluarkan, membuat saya enggan untuk kembali memanggil teknisi untuk memperbaikinya. Hingga akhirnya ketika anak-istri saya kembali dari liburan di kampung (saya sebelumnya bersama mereka tetapi harus kembali lebih awal karena harus bekerja) dan mendapati bahwa AC kami sama sekali tidak berfungsi, mau tidak mau saya harus memanggil teknisi untuk memperbaikinya.

Dan ya, ternyata kembali terjadi kebocoran di unit outdoor sehingga harus kembali mengalami pengelasan--all the old stuffs. Biaya yang saya keluarkan lebih murah dari sebelumnya namun tetap saja terasa menohok. Teknisi kali ini memberikan garansi 30 hari dari tanggal pengerjaan namun tentu saja saya berharap tidak terjadi apa-apa lagi.

But no. Bad luck happened again. AC-nya rusak lagi, bayi kami rewel karena kepanasan. Untungnya ini terjadi dalam masa garansi sehingga saya tidak ragu untuk menghubungi teknisi AC. Teknisi datang, memeriksa AC kami dan mengatakan bahwa tidak ada kebocoran, hanya baut yang kendor. Saya tentu saja senang, dan lebih senang lagi karena tidak perlu mengeluarkan uang kali ini.

Namun tepat keesokan harinya, AC kami mengeluarkan bau aneh dan saya takut jika berbahaya bagi kesehatan. Karena itu saya kembali menelpon sang teknisi dan memintanya untuk datang. Dengan agak bingung si teknisi datang ke rumah kami dan kembali memeriksa AC Diskon kami dan mendapati *jreng jreng* kebocoran di unit indoor yang mengalami pengelasan setahun sebelumnya. Again, karena ketidaktahuan saya mengenai per-AC-an, saya mengangguk saja mendengarkan penjelasannya sambil membatin sedih bahwa saya harus mengeluarkan uang lagi untuk si AC.

End note. Setelah terasa sesaknya mengeluarkan uang karena si AC Diskon saya terpikir untuk menukar tambahnya dengan AC baru, tapi karena si AC Diskon baru saja diperbaiki, saya berharap tidak akan perlu mengeluarkan uang lagi untuk AC ini. So, let's hope that nothing bad will happen again in the future.

*berdoa semoga las-las-an si mas bertahan selamanya*

Comments

  1. asli balada... :D
    Coba berlatih perbaiki sendiri kak...jadi bisa gratis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.....nda mungkin. Palingan cuma bisa cuci filter yang ada di dalam indoor unit-nya. Tapi untuk bisa perbaiki seluruhnya susah kayaknya.....

      Delete
    2. LOL, sabar ya tapi gak semua diskonan begitu kok. I love diskon !! #diskonforlyfe

      Delete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts