The Micro Management Director

pic was taken from here

Saya sudah berada di dunia kerja selama lebih dari 10 tahun dan selama itu pula saya sudah bekerja dengan orang dari berbagai latar belakang, kebiasaan, budaya, ras dan tingkat pendidikan. Mulai dari bekerja dengan atasan seorang perempuan Jepang ke bekerja di pelosok Papua dengan orang Papua hingga bekerja di Sudan Selatan, Afrika dengan staf lokal dan internasional. Saya sudah pernah bekerja di bawah orang dengan berbagai gaya kepemimpinan.

Satu gaya kepemimpinan yang cocok dengan saya adalah mereka yang tidak secara konstan berada di belakang saya tetapi memperhatikan dari jarak aman untuk memastikan saya tetap berada di jalur yang benar dan kemudian mengkoreksi ketika saya salah.

Setahun terakhir saya bekerja di sebuah RS swasta yang berada di dekat tempat saya tinggal. Pekerjaannya tidak terlalu menantang dan menarik tetapi jarak yang dekat dengan rumah membuat saya tidak perlu menghabiskan banyak waktu di jalan sehingga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga saya.

Now, what I actually do here is another thing worth posting.

And as time goes by, saya semakin mengenali karakter pimpinan RS ini. And I personally don't like it. She likes to micro-manage things in the hospital. Mulai dari bertanya kepada bagian terkait mengapa sebuah thermal gun yang rusak tidak diinfokan ke beliau ke bertanya mengenai seorang pasien yang meninggal hingga bertanya kenapa pasien tertentu mendapat obat tertentu. I mean, I don't think she needs to know all of that by herself. She has managers and other people working under her. And if they are not able to solve the problems, they can always escalate the issues to her.

Tapi tidak. 
Banyak hal kecil, yang mencakup daily activities, yang dia putuskan sendiri secara langsung.

And I know the hospital has only been up and running for the past 6 years and she's been on the helm since 3 years ago but still I think she does not need to get herself involved in day-to-day decision making.

Saya merasa bahwa dengan mengambil tugas dan tanggung jawab bawahannya, she undermines her managers dengan berpotensi mengerdilkan peran manajer di bawahnya sehingga orang-orang ini tidak mampu mengembangkan diri mereka sehingga mereka perlu terus-menerus dibimbing.

Saya mengerti bahwa RS tempat saya bekerja ini masih bayi, umurnya baru 6 tahun, sehingga sistem belum berjalan dengan baik dan orang-orang di dalamnya belum benar-benar bisa bekerja sama dengan mulus sehingga banyak hal yang terjadi di level pelaksana harian yang sifatnya kecil dan remeh. Tapi sekali lagi, dari kaca mata saya, dia tidak perlu turun langsung mengatasi hal ini. Dia perlu memberikan kepercayaan lebih besar kepada para manajer di bawahnya untuk mengatasi permasalahan yang timbul.

Well, this is only my two cents. Thank you for coming to my ted talk. 

Comments

  1. I have been in your shoes Bro a couple of time. Setuju sih, kadang terlalu micro managing justru sebenarnya mematikan potensi bawahan. Menurut saya, ada banyak jalan ke Roma, begitupun saat mengerjakan sebuah misi. Setiap orang pasti punya caranya untuk menyelesaikan tugasnya. Saat sang atasan sudah masuk ke ranah keputusan harian menurut saya sudah berlebihan. As many workers said: usually employee does not quit their job, they quit their boss.

    ReplyDelete

Post a Comment

komentar gak jelas

Popular Posts